Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Stok Daging Bisa Aman Tahun Ini, Tapi…

Kendati terdapat potensi koreksi permintaan domestik, stok daging sapi maupun kerbau dalam negeri tahun ini akan bergantung pada realisasi impor oleh badan usaha milik negara (BUMN) yang ditunjuk pemerintah.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 21 Juni 2020  |  17:55 WIB
Pedagang daging sapi segar melayani konsumen, di Pasar Modern, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (2/6/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
Pedagang daging sapi segar melayani konsumen, di Pasar Modern, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (2/6/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Stok daging untuk kebutuhan dalam negeri pada tahun ini diperkirakan bakal aman. Namun, keamanan pasokan untuk dalam negeri tersebut, bergantung pada realisasi impor yang dilakukan oleh badan usaha milik negara (BUMN) yang mendapatkan penugasan.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) Suhandri mengamini bahwa stok daging sapi atau kerbau berpotensi aman jika penugasan importasi daging kerbau yang diberikan kepada BUMN terealisasi sepenuhnya.

Seperti diketahui, pada tahun ini, Perum Bulog (Persero) dan PT Berdikari (Persero) masing-masing ditugasi pemerintah mengimpor daging kerbau sebanyak 100.000 dan 50.000 ton oleh pemerintah.

Kendati demikian, Suhandri memperkirakan realisasi impor daging sapi di luar penugasan bakal tertahan. Permintaan yang menurun akibat terbatasnya aktivitas bisnis hotel, restoran, dan katering membuat para importir merevisi rencana bisnis mereka.

"Daging memang akan aman jika pemerintah merealisasikan seluruh impor. Tapi dari importir kemungkinan paruh kedua 2020 hanya mengimpor 30.000 sampai 36.000 ton," kata Suhandri, Minggu (21/6/2020).

Menurutnya, dalam kondisi normal, kebutuhan di kawasan Jabodetabek disebutnya mencapai 60.000 ton dengan realisasi impor sepanjang 2019 mencapai 80.000 ton. Untuk tahun ini, dia memperkirakan realisasi tidak akan sebesar tahun-tahun sebelumnya.

"Kalaupun pemerintah berhasil realisasi impor daging kerbau seluruhnya, kemungkinan akan menjadi carryover stock untuk awal tahun 2021," lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh memastikan rencana importasi daging kerbau oleh Bulog bakal tetap berlanjut meski terdapat koreksi permintaan. Dia memperkirakan daging kerbau asal India bakal mulai masuk pada awal Juli mendatang.

"Rencana impor tetap kami lanjutkan, perkiraan awal Juli nanti masuk," ujarnya saat dihubungi.

Adapun berdasarkan data Kementerian Koordinator Perekonomian, sampai awal Mei lalu, kebutuhan daging sapi atau kerbau diproyeksi mencapai 354.136 ton selama Mei–Desember dengan pasokan dari dalam negeri 301.044 ton dan rencana impor sebanyak 282.842 ton sehingga neraca bakal surplus 395.362 ton.

Sementara itu, harga rata-rata daging sapi di pasar tradisional secara nasional dalam sebulan terakhir menurut Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) berada di kisaran Rp118.000 sampai Rp120.000 per kilogram (kg). Adapun dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 7/2020, harga acuan daging sapi di tingkat konsumen dibanderol Rp105.000 per kg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor impor daging daging daging sapi
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top