Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pedagang Minta Satgas Pangan Tindak Penimbun Bawang Putih

Pedagang meminta Tim Satgas Pangan menindak oknum penimbun dan spekulan harga bawang putih.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 18 Juni 2020  |  18:38 WIB
Pedagang bawang putih beraktivitas di salah satu pasar di Jakarta, Selasa (3/3/2020). - Bisnis/Abdurachman
Pedagang bawang putih beraktivitas di salah satu pasar di Jakarta, Selasa (3/3/2020). - Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Pedagang bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati Khairul Piliang meminta Tim Satgas Pangan menindak oknum penimbun dan pedagang yang memainkan harga bawang putih.

Hal itu terungkap dalam webinar Ketahanan sosial ekonomi dalam tatanan kehidupan normal baru, Kamis (18/6/2020).

Kegiatan tersebut dihadiri Brigjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga dan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. Hadir pula pengamat, pelaku pasar, serta pihak Kadin.

Khairul memprediksi harga bawang putih bakal naik setelah berakhirnya relaksasi impor dan berlaku kembali kuota impor bawang putih.

Menurut Khairul harga bawang putih diprediksi mencapai di atas harga Rp15.000 setelah relaksasi impor berakhir.

"Jika diberlakukan [kuota impor] pasti naik, bulan depan pasti harga udah di atas 15.000 lagi, gambaran saya," tuturnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (18/6/2020).

Khairul khawatir, jika harga bawang putih naik, akan terjadi aksi penimbunan oleh pelaku yang ingin mendapatkan untung besar.

"Udah pasti itu (penimbunan), kalau saya orang pasar, mahal dibeli, mahal dijual, harusnya kan dibebaskan saja impor," kata Khairul.

Khairul juga berharap pemerintah bisa melacak apa saja penyebab harga bawang putih bisa mengalami kenaikan. Ia juga berharap pemerintah dapat menstabilkan kembali harga bawang putih.

"Data impor barang itu kan ada, sebenarnya kalau Menteri Perdagangan itu gampang sekali, ditanya saja ke China pasarnya berapa, bulan ini, misalnya harga Rp5.000 atau Rp7.000, ini kenapa bisa dijual Rp25.000-Rp30.000 di sini," ujarnya.

Sementara itu, Pemerhati Pertanian Syaiful Bahari mencurigai ada rekayasa dan permainan harga jika harga bawang putih dan bawang bombay mengalami kenaikan di masa pandemi Covid-19.

"Jadi kalau setelah berakhirnya relaksasi harga itu kembali naik berarti ada rekayasa dan permainan harga seperti tahun-tahun sebelumnya," tuturnya.

Syaiful juga berpandangan tidak ada alasan bagi pemerintah untuk kembali menaikkan harga saat ini, karena panen raya bawang putih di China kurang lebih 7 juta ton,  lebih tinggi dari tahun sebelumnya berkisar 5 juta ton. 

"Harga panen baru bawang putih di China sampai pelabuhan Indonesia antara US$450-US$500 per ton. Harga tersebut bisa jadi patokan berapa harga yang seharusnya dibeli oleh masyarakat," kata Syaiful.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bawang Putih Satgas Pangan
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top