Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penindakan ODOL, Gerbang Tol Trans Sumatra Dilengkapi Teknologi WIM

BPJT berharap adanya kerja sama dari seluruh pihak untuk memberantas kendaraan bermuatan besar (ODOL) di jalan tol.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 16 Juni 2020  |  21:03 WIB
Sejumlah kendaraan melintasi Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar di Desa Jati Agung, Lampung Selatan, Lampung, Minggu (26/5/2019). - ANTARA/Ardiansyah
Sejumlah kendaraan melintasi Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar di Desa Jati Agung, Lampung Selatan, Lampung, Minggu (26/5/2019). - ANTARA/Ardiansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Gerbang Tol Bakauheni Selatan, Jalan Tol Bakauheni - Terbanggi Besar dipasangi teknologi mesin weight in motion (WIM). Hal ini dilakukan sebagai komitmen menuju zero Over Dimension dan Over Load (ODOL) pada 2023.

Selain itu, upaya penindakan rutin juga dilakukan petugas melalui operasi ODOL di jalan tol.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan saat ini pengelolaan kendaraan barang bermuatan besar di jalan tol merupakan bagian penting dari upaya modernisasi di sistem jaringan jalan tol.

"Melalui penindakan ODOL menggunakan mesin WIM yang terpasang di gerbang tol ini dapat mengatur kedisiplinan para pengemudi maupun pemilik barang agar tidak mengalami Over Dimension dan Over Load kendaraan," kata Danang, seperti dikutip melalui halaman resmi BPJT, Selasa (16/6/2020).

Danang menuturkan cukup banyak kecelakaan yang terjadi di jalan tol disebabkan kendaraan berat yang memiliki kecepatan rendah dan tidak sesuai dengan standar muatan yang ditentukan untuk beroperasi di jalan raya.

Dia menambahkan upaya yang dilakukan PT Hutama Karya (Persero) melalui penerapan alat WIM ini menjadi langkah penting di untuk bersama-sama seluruh BUJT dan seluruh stakeholder untuk bekerjasama mengelola dan menertibkan pola kendaraan barang.

"Agar keselamatan berkendara masyarakat terjaga, aset jalan tol terkendali juga terjaga dan tidak rusak sebelum waktunya," jelasnya.

Penertiban Zero ODOL di jalan tol merupakan tindak lanjut terhadap penerapan Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pelaksanaan Pengamanan, Pelayanan Bersama, Penegakan Hukum dan Pertukaran Informasi di Jalan Tol yang telah dilakukan pada November 2019.

EVP Divisi OPJT PT Hutama Karya (Persero) J. Aries Dewantoro mengatakan dengan menggunakan teknologi mesin penyaring kendaraan yang teridentifikasi ODOL dapat disaring dan dibaca dengan mudah oleh mesin Weight In Motion yang terpasang di gerbang tol ini.

"Nantinya kendaraan berat yang akan masuk ke jalan tol langsung diberikan sanksi terkait sesuai dengan karcis kendaraan yang Over Dimension dan Over Load dan akan dikeluarkan secara langsung di pintu tol terdekat," kata Aries.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol trans sumatra Kementerian PUPR Truk ODOL
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top