Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KABAR PASAR: Stimulus Kurang Cespleng, Skenario Buruk di Depan Mata

Berita mengenai kinerja ekspor-impor Indonesia dan prospek kinerja asuransi umum, antara lain, menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Selasa (16/5/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 16 Juni 2020  |  07:31 WIB
Foto aerial pelabuhan peti kemas Koja di Jakarta. (25/12/2019). Bisnis - Himawan L Nugraha
Foto aerial pelabuhan peti kemas Koja di Jakarta. (25/12/2019). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai kinerja ekspor-impor Indonesia dan prospek kinerja asuransi umum, antara lain, menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Selasa (16/5/2020).

Berikut beberapa perincian topik utamanya:

Stimulus Kurang Cespleng. Stimulus yang diberikan kepada industri manufaktur belum sanggup mengerek kinerja perdagangan Indonesia. Hal ini terlihat dari nilai ekspor dan impor yang terkontraksi cukup dalam pada Mei 2020.

Skenario Buruk di Depan Mata. Bisnis asuransi umum diperkirakan belum dapat berlari kencang hingga akhir tahun ini sebagai dampak langsung pandemi Covid-19 yang menghantam hampir semua sektor bisnis.

PLN Harus Tuntaskan PR Lawas. PT PLN (Persero) mulai menyiapkan strategi pembaruan teknologi pencatatan konsumsi listrik demi mengatasi masalah ketidaksinkronan tagihan yang kerap dikeluhkan pelanggan, khususnya sektor rumah tangga.

Investasi Teknologi Masih Bertaji. Peluang investasi ke sektor industri teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia hingga akhir tahun ini diprediksi masih cerah, dengan catatan pemerintah sigap mengatasi pandemi Covid-19 dalam waktu dekat.

Restrukturisasi Basa-Basi? Konsumen mengeluhkan sulitnya mendapatkan persetujuan restrukturisasi kredit pemilikan rumah selama pandemi virus corona. Hampir semua masyarakat padahal terdampak kebijakan pembatasan sosial berskala besar.

Intervensi Pemda Raih Hasil. Pemerintah daerah melakukan berbagai macam intervensi untuk mengembalikan aktivitas ekonomi daerah. Salah satunya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih hasil dari program restrukturisasi kredit dan stimulus sektor agrobisnis.

Pemeriksaaan & Pengawasan Digenjot. Pemerintah akan mengoptimalkan kepatuhan wajib pajak melalui aktivitas pemeriksaan dan pengawasan guna meningkatkan kinerja penerimaan sejalan dengan penerapan kenormalan baru alias new normal di lingkungan otoritas pajak.

Pemulihan China Dibayangi Gelombang Kedua. Pemulihan ekonomi China berada di bawah ancaman gelombang kedua wabah Covid-19. Jumlah kasus infeksi virus corona kembali melonjak di Beijing yang memaksa sebagian wilayah ibu kota negara itu dikunci alias lockdown.

Drama Pelik Pengendali Bukopin. Negosiasi di antara pemegang saham PT Bank Bukopin Tbk. tergolong cukup alot. Beredarnya berbagai informasi dan data menjadikan pertanyaan tentang pemegang saham pengendali (PSP) Bank Bukopin selanjutnya semakin sulit terjawab.

Investor Korsel Memburu Perbankan Indonesia. Industri perbankan Indonesia tetap menarik bagi investor asing. Di tengah pandemi yang berimbas ke meningkatnya restrukturisasi kredit yang telah menembus Rp609,07 triliun per 2 Juni 2020, pengumuman masuknya investasi baru tetap berlanjut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Neraca Perdagangan ekspor impor
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top