Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pekerja Kembali WFO per 15 Juni, KRL Masih Batasi Penumpang Tiap Gerbong

Pada Senin (15/6/2020), KAI memperkirakan adanya lonjakan penumpang yang signifikan. Pasalnya, pegawai negeri dan swasta akan kembali WFO setelah lebih dari dua bulan melakukan WFH.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 13 Juni 2020  |  13:48 WIB
Pekerja Kembali WFO per 15 Juni, KRL Masih Batasi Penumpang Tiap Gerbong
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo meninjau kesiapan Stasiun Manggarai dalam menerapkan kenormalan baru di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Senin (8/6/2020). - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menegaskan pihaknya akan tetap mengikuti protokol transportasi yang disiapkan regulator dalam menghadapi lonjakan penumpang pada minggu depan.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo telah memperkirakan lonjakan penumpang KRL Commuter Line yang signifikan mulai 15 Juni 2020.

Pasalnya, Senin (15/6/2020) merupakan hari pertama instansi pemerintah dan swasta menerapkan work from office (WFO).

"Kita jaga protokol kesehatan ini, berdasarkan SE Gugus Tugas, secara khusus Dirjen mengeluarkan surat edaran SE.14/2020 bahwa sampai dengan tanggal 30 Juni ini okupansi KRL masih dibatasi 74 penumpang di setiap keretanya," tegas Didik, Sabtu (13/6/2020).

Mengacu pada data PT KCI, rata-rata penumpang pada Senin (8/6/2020) mencapai 150.000 penumpang. Didik menegaskan ini menjadi sorotan perusahaan dan regulator. Kondisi tersebut terjadi karena penumpukan di sejumlah stasiun keberangkatan.

"Ada ketidaseimbangan supply demand dari 777 perjalanan KA jadi 938 KA. "Jam sibuk pada jam 6-8 pagi headway 5 menit sekali, kapasitas sudah optimal dan bisa dihitung."

Jika tidak ada penanganan di sisi demand, Didit melihat antrian penumpang akan membludak.

Oleh karena itu, dia mengajak stakeholders KAI untuk merilis kebijakan yang sesuai untuk mengatur supply dan demand dalam transportasi massal ini. Dia mengakui hal ini tidak mudah karena melibatkan pihak-pihak dengan kepentingan dan tugas masing-masing.

"Mari bicarakan masalah ini dengan hati sejuk dan sikapi kedewasaan."

Didik menegaskan PT KAI dan anak usahanya PT KCI ingin menjaga kesehatan masyarakat sehingga KRL Commuter Line bisa menjadi moda dengan protokol kesehatan yang baik.

Oleh sebab itu, perusahaan harus disiplin menerapkan protokol Covid-19. Selain itu, Didik menambahkan pegawai KCI yang bertugas di frontline memiliki risiko besar. Jika tidak kami proteksi, kami harus bertanggungjawab.

"Sehingga disiplin Covid dilakukan dengan baik, semua karyawan kami lengkapi dengan APD lengkap menjaga mereka."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt kai krl Virus Corona
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top