Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertamina dan CPC Taiwan Sepakat, Investasi di Kompleks Balongan Capai US$8 Miliar

Pengalaman dan keahlian CPC di bidang petrokimia, diharapkan dapat membantu Pertamina untuk mempercepat pengembangan bisnis petrokimia.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 05 Juni 2020  |  20:45 WIB
Pertamina dan CPC Taiwan Sepakat, Investasi di Kompleks Balongan Capai US$8 Miliar
PERTAMINA
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pertamina dan CPC Taiwan sepakat menindaklanjuti kerja sama pengembangan Kompleks Industri Petrokimia Terintegrasi di Balongan, Jawa Barat dengan investasi mencapai US$8 miliar.

Tindak lanjut kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Head of Agreement (HoA) oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan President & CEO CPC Corporation Taiwan yang secara simbolis diwakili Ming-Huei Chen Vice President CPC Corporation, di Jakarta dan Taipei.

Sebelumnya, pembicaraan terkait proyek ini telah diinisiasi Pertamina dan CPC Taiwan sejak akhir 2018 dan diikuti penandatanganan Framework Agreement serta studi kelayakan bersama sejak medio 2019.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menaruh perhatian khusus atas proyek Balongan dan bersyukur di tengah pandemi Covid-19 bisa dilakukan penandatanganan HoA. Kepala BKPM Bahlil Lahadalia memastikan akan mengawal investasi ini.

“Proyek ini adalah prioritas pemerintah. Kami akan support habis. Konfirmasi tax holiday telah kami berikan kemarin. Saya hanya titip kalau proyek ini sudah berjalan, agar dapat melibatkan pengusaha di daerah dan juga UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah),” ujar Bahlil dalam keterangan resminya, Jumat (5/6/2020).

Adapun, Dirut Pertamina Nicke Widyawati menegaskan sebagai perusahaan migas nasional, Pertamina berkomitmen untuk mewujudkan industri petrokimia yang kuat. Perusahaan pelat merah ini berharap bisa memenuhi kebutuhan domestik dan membantu mengurangi impor produk petrokimia.

“Proyek ini merupakan tonggak penting untuk memperkuat portofolio bisnis petrokimia sehingga dalam 10 tahun kedepan Pertamina dapat menjadi pemain utama bisnis petrokimia di kawasan Asia Pasifik,” ujar Nicke.

Sementara itu, pengalaman dan keahlian CPC di bidang petrokimia, diharapkan dapat membantu Pertamina untuk mempercepat pengembangan bisnis petrokimia yang terintegrasi dengan megaproyek RDMP dan GRR.

Nicke menyampaikan apresiasi kepada CPC atas kerjasama yang telah terjalin dan optimis akan terus berlanjut sebagai mitra strategis joint venture dalam proyek pengembangan Kompleks Petrokimia Balongan.

“Ke depan, Pertamina bersama Pemerintah dan CPC Taiwan akan terus memperkuat kerja sama untuk menyelesaikan proyek yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2026 ini, ” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina petrokimia bkpm
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top