Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sri Mulyani Teken Safeguard Tekstil, Bendung TPT Asal China?

Tiga beleid terkait dengan bea masuk bagi impor tersebut, yakni PMK No.54, PMK No.55, dan PMK No.56/2020.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 29 Mei 2020  |  10:14 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) bersama dengan Direktur Jenderal Pajak (DJP) Suryo Utomo (kiri) menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) bersama dengan Direktur Jenderal Pajak (DJP) Suryo Utomo (kiri) menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah pandemi yang tidak menentu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerbitkan tiga ketentuan terkait dengan bea masuk bagi impor beberapa jenis tekstil dan produk tekstil (TPT).

Tiga beleid yakni PMK No.54, PMK No.55, dan PMK No.56/2020. Dalam aturan tersebut, jenis barang impor TPT yang kena bea masuk safeguard adalah produk benang dari serat stapel sintetik dan artifisial, kain, termasuk tirai (gorden), kerai dalam, kelambu tempat tidur, dan barang perabot lainnya.

Otoritas fiskal beralasan pengenaan safeguard atas importasi TPT ini merupakan tindak lanjut dari penyelidikan Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia.

"Hasil penelitian terbukti industri dalam negeri mengalami kerugian serius disebabkan oleh lonjakan jumlah impor produk kain," tulis Kemenkeu, Jumat (29/5/2020).

Adapun, PMK No.54/2020, intinya mengenakan tambahan bea masuk pengamanan bagi impor tirai (gorden), kerai dalam, kelambu tempat tidur, dan barang perabot lainnya. Pengenaan bea masuk safeguard atas importasi barang tersebut dibagi menjadi tiga periode.

Periode I yakni 27 Mei 2020 - 8 November 2020 dikenakan bea masuk tambahan senilai Rp41.083/kg. Periode 2 9 November - 8 November 2021 Rp34.961/Kg. Periode 3 dikenakan bea masuk sebesar 28.839/Kg (9 November 2021 - 8 November 2022).

PMK No.55/2020 yang mengatur bea masuk safeguard untuk kain yang pengebaannya juga dibagi tiga periode dan dikenakan atas 107 post tarif terkait importasi kain.

Sedangkan yang terakhir yakni PMK No.56/2020 terkait impor produk benang dari serat stapel sintetik dan artifisial juga pengenaannya dibagi tiga periode (periodenya sama dengan tirai) dengan tambahan tarif periode pertama Rp1.405/kg, periode kedua Rp1.192/kg, periode ke 3 Rp969/kg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bea Cukai tekstil bea masuk
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top