Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Poros Maritim Dunia, Jaga Sumber Daya Laut Dalam Negeri

Pengamat menilai penguatan konsep poros maritim dunia, tidak lantas dijadikan sumber daya laut sebagai ATM bagi pembangunan tanpa memikirkan keberlangsungan produksi dalam negeri.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Mei 2020  |  13:55 WIB
Kapal nelayan melintas dengan latar belakang matahari terbit di perairan Selat Malaka, Lhokseumawe, Aceh, Rabu (8/4 - 2020). /Antara
Kapal nelayan melintas dengan latar belakang matahari terbit di perairan Selat Malaka, Lhokseumawe, Aceh, Rabu (8/4 - 2020). /Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat menilai penguatan konsep poros maritim dunia, tidak lantas dijadikan sumber daya laut sebagai ATM bagi pembangunan tanpa memikirkan keberlangsungan produksi dalam negeri.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim mengingatkan poros maritim dunia perlu terus diperjuangkan.

"Pemerintah terlampau outward looking dengan menjadikan sumber daya laut sebagai ATM pembangunan, tanpa mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan di dalam negeri," kata Abdul, Minggu (24/5/2020).

Dia menambahkan contoh dari hal tersebut adalah regulasi yang membolehkan ekspor benih lobster. Padahal, pembangunan kemaritiman yang bertumpu kepada prinsip-prinsip keberlanjutan terhadap sumber daya laut tersebut.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), lanjutnya, mesti mencabut atau melakukan revisi terbatas terhadap Peraturan Menteri (Permen) No. 12/2020 yang membolehkan ekspor benih lobster. Setiap kebijakan guna mencapai poros maritim dunia harus mengutamakan masyarakat perikanan skala kecil.

Sebelumnya, Ketua Bidang Pekerja, Petani dan Nelayan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Riyono menilai pemerintah jangan sampai melupakan visi untuk mewujudkan poros maritim dunia, karena dalam kondisi apapun seperti pandemi Covid-19, Indonesia tetap selalu memiliki potensi yang besar dalam mencapainya.

"Kalau mau bangkit, geopolitik, strategi dan ekonomi ini mampu menghasilkan yang namanya, kita masih ingat janji politik Pak Jokowi, yaitu poros maritim dunia," kata Riyono.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kkp

Sumber : Antara

Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top