Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mudik Dilarang, ASDP tetap Siapkan Skema Lonjakan Penumpang

ASDP Indonesia Ferry tetap menyiapkan skema normal arus mudik Lebaran 2020, walaupun sudah ada larangan mudik dan pembatasan sosial. Setidaknya ada tiga skema utama yang disiapkan ASDP skema normal, produktivitas menurun 50 persen serta skema PSBB dan larangan mudik.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 15 Mei 2020  |  04:40 WIB
Kapal ferry saat memasuki pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (11/2/2020). Bisnis -  Paulus Tandi Bone
Kapal ferry saat memasuki pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengungkapkan pihaknya tetap menjaga kesiapan armada dan fasilitasnya jelang musim puncak arus mudik Lebaran, walaupun sudah ada larangan pemerintah.

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi mengatakan dengan adanya larangan mudik dari pemerintah tentu tidak akan terjadi lonjakan penumpang yang tinggi di arus mudik Lebaran. Pasalnya, aktivitas mudik yang dilarang hanya menyisakan penumpang dengan keadaan khusus yang boleh bepergian.

"Kami pastikan kalau sudah dilarang pemerintah sangat melarang tidak mudik, yang terjadi adalah pengecualian sesuai keadaan khusus. Dengan demikian, kami prediksi akan relatif sama flow orang dengan kendaraan pribadi, tapi ada kemungkinan logistik naik," jelasnya, Kamis (5/14/2020).

Namun, terangnya, ASDP sudah menyiapkan berbagai skema menghadapi periode ini, bahkan skema lonjakan normal seperti arus Lebaran biasanya pun ASDP sudah siap menghadapinya.

Menurutnya, puncak mudik ini kalaupun ada penambahan lonjakan penumpang, pihaknya sudah memiliki kesiapan armada dan fasilitas ASDP dari skenario larangan mudik, pembatasan sosial, hingga arus lonjakan normal seperti Lebaran tahun-tahun sebelumnya.

Di sisi lain, ASDP melaporkan dalam periode Maret hingga 12 Mei 2020 aktivitas penumpang turun 39 persen, moda pribadi turun hingga 44 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara angkutan barang yang diandalkan pun turut menurun kinerjanya hingga 8 persen.

Total aktivitas kendaraan pada periode tersebut yakni mencapai 1.354.187 unit sementara pada 2019 mencapai 1.848.448 unit. Artinya, secara umum terjadi penurunan hingga 27 persen.

Dengan rincian penurunan kendaraan pribadi mencapai 44 persen dari 2019 yang bisa mencapai 395.101 unit kendaraan menjadi hanya 220.004 unit kendaraan. Sementara itu, Angkutan abrang dari 2019 yang bisa mengangkut 853.130 unit kendaraan barang menjadi hanya 783.545 unit atau terjadi penurunan 8 persen.

Sementara aktivitas angkutan penumpang menurun hingga 39 persen, dimana pada 2020 mencapai 4.485.546 penumpang, sementara tahun sebelumnya di periode yang sama mencapai 7.310.806 penumpang.

Walaupun begitu, ASDP tetap optimistis tetap akan ada kenaikan aktivitas angkutan logistik di tengah pandemi virus corona yang membuat aktivitas penumpang orang terbatas dan adanya larangan mudik Lebaran 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asdp Mudik Lebaran kapal feri
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top