Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Properti Diyakini Bangkit Usai Wabah Corona Reda

Pelaku usaha di sektor properti optimistis pasar properti di Indonesia masih memiliki masa depan yang cerah setelah wabah virus corona atau Covid-19 berhasil tertangani sepenuhnya.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  19:05 WIB
Deretan gedung perkantoran dilihat dari kawasan Gajah Mada, Jakarta, Kamis (25/10/2018). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Deretan gedung perkantoran dilihat dari kawasan Gajah Mada, Jakarta, Kamis (25/10/2018). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA - Pasar properti di Indonesia diyakini bisa kembali bangkit selepas badai virus corona jenis baru atau Covid-19 telah reda.

Direktur PT Real Estate Teknologi (Rentfix.com) Effendy Tanuwidjaja mengatakan bahwa prospek bisnis properti Tanah Air diyakini masih memiliki masa depan yang cerah.

"Prospek ke depan akan lebih terang untuk perusahaan e-commerce properti yang mengandalkan digital ekonomi dalam situasi pandemi. Masyarakat akan tetap mengandalkan dan membutuhkan perusahaan teknologi properti untuk berbagai keperluan tempat tinggal," ukata Effendy, Senin (30/3/2020).

Selain itu, adanya berbagai kerja sama dengan para pengembang lokal, dukungan asosiasi properti hingga investor global dinilai menjadi dorongan yang besar agar sektor ini kembali bergairah di masa mendatang.

Effendy mengatakan bahwa pihaknya juga optimistis terhadap pasar properti sewa pada kondisi seperti saat ini. Pada tahun ini pihaknya fokus mengembangkan kerja sama bisnis melalui kemitraan. Terlebih, segmen pengguna di Rentfix mendominasi dengan persentase hingga 85 persen.

"Hal itulah yang membuat kami akan selalu memiliki prospek yang optimis. Kami percaya bahwa pasar properti akan bisa bangkit kembali," ujarnya.

Kepercayaan ini juga sejalan dengan riset konsultan properti Cushman and Wakefield Indonesia yang menyatakan bahwa properti sewa akan tetap menarik di tengah kondisi ketidakpastian yang melanda.

Menurut Effendy, berdasarkan riset itu salah satu subsektor yang masih prospektif adalah properti perkantoran. Dia menilai pasar sewa untuk perkantoran dinilai akan tetap menarik meskipun tingkat permintaan sewa mengalami penurunan yang signifikan.

Sejalan dengan itu, imbuhnya, pangsa pasar di Rentfix juga lebih menyasar pada properti komersial yang mencapai 70 persen dan residensial 30 persen. Adapun Rentfix Inventory alias pergudangan juga dinilai paling banyak peminat dari segi sewa dalam jangka waktu dua tahun terakhir ini.

"Jenis properti komersial ini mengalami perkembangan yang sangat besar dan pesat dengan adanya bisnis online yang membutuhkan tempat penyimpanan dan distribusi," ucapnya.

Menurut Effendy, Rentfix melihat adanya peluang tersebut lantaran segi permintaan untuk gudang dinilai sangat tinggi, akan tetapi tidak sebanding dengan segi pasokan.

Selain itu, konsep logistik yang diterapkan saat ini dinilai sudah tidak seperti zaman sebelumnya di mana gudang disewakan sudah ditentukan, misalnya, selama 1 tahun atau 2 tahun. Sementara untuk saat ini lebih berdasarkan permintaan.

"Di mana untuk bisnis online itu pada saat permintaan sedang tinggi akan membutuhkan tempat penyimpanan yang sementara untuk dalam keadaan yang memuncak," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti bisnis properti Virus Corona
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top