Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terkendala Lahan, Progres Tol Semarang-Demak Masih Minim

Progres pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Semarang-Demak baru mencapai 8 persen karena terkendala masalah status lahan yang terkena tanggul laut dan kolam retensi.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  16:09 WIB
Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat terjebak kemacetan di Jalur Pantura Demak-Semarang di Sayung, Demak, Jawa Tengah - Antara
Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat terjebak kemacetan di Jalur Pantura Demak-Semarang di Sayung, Demak, Jawa Tengah - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Progres konstruksi Jalan Tol Semarang - Demak hingga saat ini masih minim karena terkendala pembebasan lahan. Hingga saat ini, progres pembebasan lahan untuk proyek jalan bebas hambatan tersebut baru sekitar 8 persen.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan kendala dari proyek Tol Semarang-Demak adalah pembebasan lahan.

"Dimana sampai dengan Maret 2020, statusnya baru 8 persen dari total rencana pembebasan dan juga [kendala] mengenai status lahan yang terkena tanggul laut dan kolam retensi," ujar Heri kepada Bisnis, Senin (23//3/2020).

Dia menambahkan tahun 2020, terdapat usulan alokasi pendanaan tanah oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) yaitu dengan menggunakan dana talangan sebesar Rp100 miliar dan pembayaran langsung sebesar Rp500 miliar.

Namun, terdapat kendala lainnya yaitu dana pembebasan lahan dari LMAN tidak mempercepat konstruksi karena berada di luar ruang milik jalan tol atau right of way (ROW) jalan tol tapi untuk ROW kolam retensi.

"Apabila seksi 1 yang merupakan porsi pemerintah terlambat dikontruksi sampai saat operasi bersamaan, maka business plan BUJT [Badan Usaha Jalan Tol] dapat berjalan tidak sesuai rencana," katanya.

Untuk diketahui, proyek jalan tol Semarang - Demak terintegrasi dengan pembangunan tanggul laut kota Semarang. Adapun, untuk pembangunan tanggul laut merupakan bentuk dukungan pemerintah.

Dia menambahkan saat ini pembiayaan untuk tanggul laut sedang diproses menggunakan pinjaman. Apabila pinjaman sudah cair, maka tanggul laut dan bangunan pendukung lainnya bisa segera dimulai konstruksinya.

"Porsi investasi swasta dengan skema KPBU [kerja sama pemerintah dan badan usaha] adalah Rp5,5 triliun, sedangkan porsi pemerintah dengan loan adalah sebesar Rp9 triliun," jelasnya.

Terkait target penyelesaian konstruksi, Heri mengatakan proyek jalan tol Semarang - Demak, untuk porsi badan usaha yaitu ruas Sayung - Demak, diharapkan selesai di akhir tahun 2021.

Sementara itu, untuk porsi pemerintah yaitu ruas Semarang - Sayung termasuk tanggul kemungkinan rampung setelah tahun 2021.

"Bergantung pada proses pengajuan loan yang sedang diproses Kementerian PUPR. Masa Konsesi BUJT 35 tahun dengan rencana mulai operasi Desember 2021," katanya.

Seperti diketahui, Tol Semarang-Demak merupakan bagian dari proyek strategis nasional (PSN) untuk Proyek Pengamanan Pesisir Lima Perkotaan di Pantura Jawa. Proyek jalan bebas hambatan ini terpadu dengan pembangunan tanggul laut.

Adapun, PT PP Semarang Demak menjadi pemenang lelang pengusahaan yang akan membangun jalan plus tanggul.

Berdasarkan data Kementerian PUPR, untuk seksi 2 yang dibangun BUJT sepanjang 16,31 kilometer, sedangkan 10,69 kilometer sisanya dibangun oleh pemerintah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur jalan tol bpjt Kementerian PUPR
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top