Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Accor Hotel Jadi Salah Satu Penyedia Akomodasi Tenaga Medis

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan jaringan Accor Hotel telah menyatakan kesediaannya untuk menyiapkana akomodasi tempat tinggal bagi para tenaga medis yang menangani pasien virus corona.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 26 Maret 2020  |  18:26 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio memberikan pemaparan saat acara musyawarah nasional PHRI XVII di Karawang, Jawa Barat, Senin (10/2). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio memberikan pemaparan saat acara musyawarah nasional PHRI XVII di Karawang, Jawa Barat, Senin (10/2). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pariwisata bekerjasama dengan jaringan hotel untuk menyediakan akomodasi atau tempat tinggal sementara bagi tenaga medis yang menangani pasien yang terpapar virus corona (Covid-19).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengatakan sejauh ini hotel yang siap menampung para tenaga kesehatan adalah jaringan Accor Hotel.

“Sementara ini yang sudah siap jaringan Accor, yang akan kita mulai segera. Tetapi hal ini tidak eksklusif jaringan tertentu,” katanya kepada Bisnis, Kamis (26/3/2020).

Dalam hal ini dia membuka kesempatan luas bagi para pengusaha hotel yang ingin berkontribusi menangani wabah corona, salah satunya dengan menyediakan akomodasi.

Wishnutama mengatakan ada beberapa kriteria hotel yang bisa turut berpartisipasi. Pertama, tidak melakukan pemutusan hubungana kerja (PHK) terhadap karyawannya. Kedua, siap membuat standar operasional kesehatan. Ketiga memiliki jarak yang dekat dengan rumah sakit rujukan.

“Kebetulan dengan grup Accor kami tinggal meneruskan kerja sama yang sudah terjalin sejak 2012 dan tidak bersifat eksklusif, serta yang sudah siap dengan SOP bagi para medis dan satgas. Beberapa yang masih dalam persiapan lainnya ada grup Tauzia dan RedDoorz,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indoonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan menyerahkan sepenuhnya keputusan pengelola hotel di Indonesia untuk menindaklanjuti usulan Menparekraf tersebut.

“Ya itu terserah masing-masing pengelola hotelnya, tapi kami dari PHRI belum ada imbauan khusus ke anggota kami,” kata Hariyadi.

Kendati, dia mengatakan siap mendukung apapun langkah pemerintah untuk penanganan wabah corona tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hotel accor kemenparekraf Virus Corona
Editor : Yustinus Andri DP
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top