Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenkeu Akui Pinjaman dari Bank Dunia Bersifat Fleksibel

Pinjaman Bank Dunia bersifat general financing yang artinya pinjaman tersebut tidak secara spesifik diperuntukkan untuk mendanai kegiatan tertentu, seperti untuk Covid-19. 
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  16:43 WIB
Luky Alfirman, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan . - Bisnis/Ema Sukarelawanto
Luky Alfirman, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan . - Bisnis/Ema Sukarelawanto

Bisnis.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) menerangkan bahwa pinjaman yang baru diperoleh pemerintah dari Bank Dunia sebenar US$300 juta berbentuk general financing.

General financing artinya pinjaman tersebut tidak secara spesifik diperuntukkan untuk mendanai kegiatan tertentu, seperti contohnya untuk Covid-19. 

"Dengan general financing, justru kita punya fleksibilitas," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman, Senin (23/3/2020).

Seperti diketahui, Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia telah menyetujui pinjaman kepada Indonesia sebesar US$300 juta melaksanakan reformasi pada sektor keuangan guna membantu mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan mencapai tujuan kesejahteraan bersama.

Di satu sisi, di tengah berkembangnya wabah Covid-19 Kementerian Keuangan sebelumnya telah menyatakan pihaknya sedang menjajaki potensi pinjaman multilateral untuk pembiayaan APBN 2020.

Akibat penerimaan yang bakal tertekan oleh Covid-19 dan tekanan harga minyak dunia, defisit APBN bakal melebar dari 1,76% PDB menjadi 2,5% PDB.  Secara nominal, defisit anggaran bertambah dari rancangan awal sebesar Rp307,2 triliun menjadi RP427,2 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkeu pinjaman bank dunia covid-19
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top