Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Erick Thohir Dukung Penghentian Sementara Proyek Kereta Cepat

Pemerintah meminta KCIC untuk melakukan evaluasi terkait manajerial proyek yang menyebabkan kerugian lingkungan dan sosial.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 02 Maret 2020  |  12:09 WIB
Pekerja melintas di dekat Tunnel Walini saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). - ANTARA/M Agung Rajasa
Pekerja melintas di dekat Tunnel Walini saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung penghentian sementara pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung. 

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pihaknya menghormati dan mendukung keputusan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menghentikan sementara proyek Kereta cepat selama dua pekan ke depan.

"Saya sudah meminta PT KCIC [PT Kereta Cepat Indonesia-China] untuk mengevaluasi secara menyeluruh segala kekurangan manajerial proyek terutama yang menyebabkan terjadinya kerugian lingkungan dan sosial terhadap masyarakat," katanya melalui keterangan resmi, Senin (2/3/2020).

Dia juga mengatakan bahwa KCIC akan memperbaiki drainase dan manajemen lingkungan selama periode penghentian sementara tersebut. Dia memastikan perkembangan proyek ke depannya juga akan disampaikan secara terbuka.

"Tentu segala perkembangan proyek akan kita sampaikan ke publik sebagai bentuk transparansi dan profesionalisme BUMN," imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian PUPR telah mengirimkan surat permintaan penghentian sementara proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang ditujukan kepada PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) pada tanggal 27 Februari 2020.

Dalam surat tersebut, Kementerian PUPR meminta agar kegiatan pembangunan Proyek Kereta Cepat (High Speed Railway) Jakarta - Bandung yang dikerjakan oleh Sinohydro diberhentikan selama dua minggu sejak tanggal 2 Maret 2020.

Selain itu, dalam surat yang ditandatangani Danis H. Sumadilaga selaku Ketua Komite Keselamatan Konstruksi tersebut menyebutkan,pekerjaan dapat dilanjutkan setelah dilakukan evaluasi menyeluruh atas pengelolaan pelaksanaan konstruksi yang sepenuhnya mengikuti Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 21/PRT/M/2019.

PT KCIC merupakan konsorsium yang didirikan oleh PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia dengan China Railway Corporation. PSBI merupakan konsorsium  empat BUMN, yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., PT Jasa Marga (Persero) Tbk., dan PT Perkebunan Nusantara VIII.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn Kereta Cepat
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top