Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bumi Resources (BUMI) Tunggu Kepastian Perpanjangan Kontrak

PT Bumi Resources Tbk merupakan induk usaha dari PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 01 Maret 2020  |  16:05 WIB
Lokasi penambangan PT Bumi Resources Tbk - Reuters
Lokasi penambangan PT Bumi Resources Tbk - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku usaha batu bara masih menunggu kepastian perpanjangan Kontrak Karya (KK) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).

Salah satunya, PT Bumi Resources Tbk yang juga merupakan induk usaha dari PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal.

Director & Corporate Secretary PT Bumi Resources Tbk Dileep Srivastava mengatakan perusahaan tengah menunggu keputusan final pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM terkait perubahan status KK dan PKP2B menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

"Ini sangat berpengaruh pada upaya strategi pengembangan perusahaan ke depan. Upaya untuk ekspansi dan mengembangkan bisnis non batu bara," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (28/2/2020).

Dia berharap akan ada segera keputusan terkait perpanjangan izin KK dan PKP2B yang telah habis dan beralih menjadi IUPK.

"Kami berharap akan ada keputusan yang baik setelah pemerintah membahas RUU Cipta Kerja dan RUU Minerba. Kami masih menunggu final dari pemerintah," tutur Dileep.

Emiten berkode BUMI ini merupakan induk usaha dari PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal yang tengah menunggu keputusan pemerintah terkait perpanjangan dan luasan wilayah tambang.

PT Arutmin Indonesia yang memiliki luas lahan 57.107 hektare habis masa kontraknya pada 1 November 2020, sedangkan PT Kaltim Prima Coal luas lahan 84.938 hektare yang selesai 31 Desember 2021.

Sementara itu, Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono menuturkan hingga pertengahan Februari lalu belum ada penambahan pengajuan perpanjangan kontrak oleh PKP2B generasi pertama yang akan habis dalam lima tahun mendatang. Dengan kata lain, baru Arutmin yang mengajukan perpanjangan kontrak.

"Saat inii masih mengevaluasi dan belum ada lagi selain Arutmin," ucapnya.

Evaluasi yang dilakukan dalam berbagai aspek. Kendati demikian, pihaknya enggan membeberkan lebih lanjut evaluasi apa saja yang tengah dilakukan.

"Evaluasi terus jalan, enggak nunggu undang-undang selesai. Evaluasinya semua aspek, pengusahaan juga evaluasi," kata Bambang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumi resources minerba
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top