Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terhambat SUTET

Pembebasan lahan hanya tinggal sebidang tanah lagi.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 21 Februari 2020  |  14:28 WIB
Pekerja melintas di dekat Tunnel Walini saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). - ANTARA/M Agung Rajasa
Pekerja melintas di dekat Tunnel Walini saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA - Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dilaporkan masih terkendala urusan relokasi saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) dan fasilitas umum.

Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra mengatakan pembebasan lahan hanya tinggal sebidang tanah lagi.

"Pekan depan juga sudah selesai, jadi sebagian lahan, tinggal 1 persen sudah selesai tinggal pekerjaan rumah kami adalah relokasi," ujarnya, Jumat (21/2/2020).

Dia menuturkan upaya relokasi tersebut membutuhkan waktu karena harus memindahkan sutet yang cukup banyak. Tercatat ada 32 sutet yang bersinggungan, sedangkan yang sudah dikerjakan baru berkisar 20 sutet.

Selain itu, imbuhnya, terdapat sejumlah fasilitas umum yang perlu direlokasi seperti jalan sekitar Galaxy, Bekasi itu juga harus dipindahkan.

"Jadi [urusan] yang begitu-begitu yang menghabiskan waktu, termasuk saluran listrik tegangan menengah, pipa-pipa air PDAM, ada sungai harus kami pindah," jelasnya.

Total, terangnya, ada lebih dari 460 fasilitas umum yang harus dipindahkan. Terkait dengan target penyelesaian relokasi ini terus dilakukan sembari konstruksi berlangsung.

Menurutnya, yang terpenting aktivitas konstruksi tidak terganggu, apalagi ketika sudah waktunya konstruksi penyelesaian relokasi ini belum selesai. Sejauh ini konstruksi kereta cepat dilakukan paralel bersamaan dengan upaya-upaya pembebasan lahan serta relokasi tersebut.

"Cuma ya biasa, kalau urusan itu tidak bisa sekaligus. Misal tower, kami harus cari lahan penggantinya dulu, pengganti itu harus bisnis ke bisnis hubungannya, itu yang utamanya di situ," paparnya.

Selain itu, masih ada proses sertifikasi sekitar 22 perumahan yang fasilitas sosial dan fasilitas umumnya belum diserahkan ke pmerintah daerah. Ini terjadi di Kota Bekasi, Kota Bandung dan Kab. Bandung Barat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kereta Cepat
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top