Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kecepatan Kereta Semi Cepat Perlu Dikaji Ulang

Kecepatan kereta semi cepat Jakarta – Surabaya dinilai masih bisa ditingkatkan. Kecepatan saat ini sebaiknya  dikaji ulang, agar menjadi 250 km per jam. Dengan penambahan kecepatan, penumpang akan lebih diuntungkan.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  02:08 WIB
Pameran Kereta Cepat, model berfoto di samping miniatur kereta cepat dalam Pameran Kereta Cepat dari China - Antara
Pameran Kereta Cepat, model berfoto di samping miniatur kereta cepat dalam Pameran Kereta Cepat dari China - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kecepatan kereta semi cepat Jakarta – Surabaya dinilai masih bisa ditingkatkan. Kecepatan saat ini sebaiknya  dikaji ulang, agar menjadi 250 km per jam. Dengan penambahan kecepatan, penumpang akan lebih diuntungkan.

Ketua Masyarakat Kereta Api Indonesia Hermanto Dwiyatmoko mengatakan kecepatan yang lebih tinggi bisa lebih atraktif bagi penumpang dan tarif.

“Agar dikaji benar mengenai pilihan speed walaupu sudah diputuskan. Tetap dikaji bisa lebih tinggi 250 km karena masih nanggung bisa lebih cepat harusnya,” jelas Hermanto, Kamis (6/2/2020).

Selain itu, Hermanto mengatakan dengan kecepatan saat ini yakni 160 km/jam perlu diperhatikan masalah perlintasan sebidang. Dengan kecepatan tersebut semestinya sudah tidak ada perlintasn sebidang di jalan raya. Hal itu terkait dengan jalur layang.

Terkait masalah lahan agar bisa dicari penyelesaian. Harus dicarikan masalah ganti ruginya. Industri dalam negri juga harus dilibatkan. Kontraktor dan subkontrakktor lokal dalam negri tidak hanya dari Jepang.

“Sinyalnya juga lebih diperhatikan teknologinya, Jepang diajak untuk bekerja sama supaya industri bisa ikut meningkat dengan teknologi baru. Ada alih teknologi, jangan semuanya barang dari luar negeri,” tekannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kereta Cepat
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top