Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

CEO CoHive Jason Lee: Anggota Kami Naik 70% Setiap Bulan

CEO CoHive mengaku optimistis dengan prospek ruang kantor pada tahun ini karena permintaan terhadap ruang kerja bersama masih cukup besar.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  16:24 WIB
CEO CoHive Jason Lee - Bisnis/Istimewa.
CEO CoHive Jason Lee - Bisnis/Istimewa.

Bisnis.com, JAKARTA - Penyedia dan pengelola ruang kantor fleksibel CoHive optimistis menghadapi 2020 dengan berencana memperluas jaringan ruang kerja bersama atau co-working space hingga memiliki total luasan 100.000 meter persegi tahun ini. Berikut hasil wawancara Bisnis dengan CEO CoHive Jason Lee.

1. Bagaimana prospek pasar ruang perkantoran tahun ini?

Kami optimistis terkait dengan prospek ruang kantor pada tahun ini, tercermin dari catatan kinerja bisnis kami pada akhir 2019. Dari sisi keanggotaan, kami masih melihat adanya permintaan tinggi dan kebutuhan dari para pengusaha dan pebisnis di Indonesia yang perlu menggunakan ruang kerja fleksibel dan dikelilingi oleh ekosistem komunitas yang mendukung.

Dari sisi pasokan, kami melihat ada pasok besar dari segmen properti komersial, baik dari bangunan perkantoran baru dan juga rumah toko. Banyak pemilik lahan yang sudah meminta kepada kami untuk meningkatkan aktivitas di properti mereka dengan membuka cabang, itu yang selalu kami upayakan.

2. Bagaimana target pertumbuhan CoHive tahun ini?

Kami sudah bertumbuh sangat pesat dalam 2,5 tahun terakhir dan kami masih mengukur capaian kami dari kesuksesan anggota kami secara individual. Kami juga terus memperbarui produk dan juga layanan.

Pada tahun ini, kami berharap bisa meningkatkan jumlah ruang yang kami operasikan dan kelola dari 75.000 meter persegi menjadi 100.000 meter persegi pada akhir tahun nanti.

Rencana ekspansi ini karena kami melihat tingginya permintaan bersamaan dengan pertumbuhan bisnis anggota kami yang semakin pesat. Kami juga terus berupaya memberikan fasilitas kepada anggota dengan ruang kantor sesuai dengan yang mereka butuhkan.

Saat ini, jumlah anggota sudah mencapai lebih dari 10.000 orang dari sekitar 1.100-an perusahaan. Adapun, kami juga tak hanya menyediakan ruang kantor bersama dan ruang kantor pribadi, tetapi juga kehidupan dan pengalaman kerja yang kohesif dengan berbagai pilihan produk dari co-living, co-retail, dan ruang berkegiatan.

3. Lokasi mana saja yang memiliki potensi tinggi permintaan ruang kantor?

Saat ini CoHive sudah berada di Jakarta, Tangerang, Medan, Yogyakarta, Bali, dan Surabaya dengan total area seluas sekitar 75.000 meter persegi. Kebanyakan portofolio kami berada di Jakarta Pusat, tapi di lokasi-lokasi kami yang di luar Jakarta juga sangat potensial untuk menerima permintaan ruang kantor. Kami juga berencana berekspansi di Bandung dan Makassar, kami sangat terbuka jika ada pemilik lahan properti yang ingin bekerja sama di sana.

4. Apa saja strategi CoHive untuk meningkatkan keterisian ke depan?

Menariknya, setiap bulan kami menerima kenaikan jumlah anggota hingga 60-70 persen, yang datang dari program referral. Kenaikan anggota ini datang dari anggota lama yang puas dengan pengalaman mereka bekerja di ruang kantor CoHive dan menyarankan temannya untuk ikut.

Ini sangat unik, karena umumnya pemilik perkantoran tradisional hanya bergantung 100 persen pada broker seperti JLL, Colliers, Cushman, dan lainnya.

Selain itu, strategi kami juga terus membangun koneksi dengan para anggota lama dengan menggelar berbagai kegiatan bersama komunitas. Kepuasan anggota dan sinergi dan komunitas yang terbangun menjadi nilai tambah bagi calon anggota potensial.

Sementara itu, dari sisi bisnis, kami juga terus memperluas jaringan kami dengan perusahaan besar yang berminat untuk menggunakan ruang kantor fleksibel ke depannya.

5. Jenis perusahaan apa saja yang potensial untuk berekspansi dan mengisi ruang kantor fleksibel ke depan?

Selain perusahaan rintisan dan Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM), CoHive juga sudah mulai bermitra dengan perusahaan besar yang kiranya berminat dengan desain yang kami tawarkan atau disesuaikan dengan identitas perusahaan dengan program BTO.

Perusahaan yang sudah menggunakan program tersebut antara lain Hyundai, Shinhan Bank, TaniHub, toko bahan pangan daring Stoqo, dan peritel daring brand premium Reebonz yang mendesain kantornya sesuai dengan kebutuhan mereka.

Perusahaan-perusahaan ini menilai mereka akan mendapat nilai tambah dengan memiliki kantor di co-working space.

6. Bagaimana CoHive melihat potensi dari perusahaan asing yang masuk ke Indonesia untuk mengisi ruang kantor?

CoHive melihat, bersamaan dengan regulasi pemerintah yang semakin ramah bagi investasi asing, akan semakin banyak perusahaan internasional yang ingin berkantor di Indonesia. Saat ini kami melihat ada permintaan tinggi untuk produk kami dari Korea, Singapura, dan kenaikan minat dari perusahaan India.

Perusahaan asing yang mau membuka cabang dan divisi baru di Indonesia berpotensi tinggi memilih CoHive lantaran membantu mereka lebih mudah memperluas jaringan dan memperkuat bisnis mereka di Indonesia.

Contohnya, ketika Facebook ingin membuka Innovation Hub, mereka menunjuk CoHive sebagai mitranya. Kemudian, Hyundai juga memilih menggandeng CoHive ketika ingin mulai mendirikan kantor pertamanya di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti coworking space CoHive
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top