Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

CoHive Pailit dan Resmi Tutup, Ini Penjelasan Manajemen

PT Evi Asia Tenggara, operator coworking space dengan merek CoHive, akhirnya buka suara terkait alasan menutup usahanya di Indonesia.
Karyawan beraktivitas di coworking space CoHive terbaru di Jakarta, Selasa (28/1). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawan beraktivitas di coworking space CoHive terbaru di Jakarta, Selasa (28/1). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - PT Evi Asia Tenggara, perusahaan operator coworking space dengan merek CoHive, akhirnya buka suara terkait penetapan pailit Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 18 Januari 2023.

"Per 18 Januari 2023, CoHive telah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Indonesia. Untuk pertanyaan tentang ruang kantor/ruang acara, silakan kunjungi pemilik masing-masing secara langsung," tulis manajemen dalam situs resemi, CoHive, Selasa (7/2/2023).

Sementara itu, dikutip dari Deal Street Asia, manajemen CoHive memberikan keterangan resminya. Alasan CoHive terpaksa menutup bisnisnya yakni karena pandemi berkepanjangan yang memicu kondisi pasokan berlebih (oversupply) ruang kantor dan suntikan dana yang semakin menipis membuat pihaknya tak bisa lagi bertahan lebih lama.

"Kami telah berjuang untuk kelangsungan hidup perusahaan selama dua tahun terakhir, terlepas dari upaya terbaik kami untuk menemukan solusi atas kesulitan kami, kami tidak dapat tinggal lebih lama," jelas manajemen.

Meski bisnis layanan kantor yang dikelola CoHive telah tutup. Namun beberapa lokasi telah diambil alih oleh perusahaan dan pemilik gedung. Terutama gedung utama CoHive 101 di Mega Kuningan.

Gedung tersebut akan tetap beroperasi sebagai lokasi independen. Pihaknya tetap akan membuka kesempatan untuk mengambil alih ruang kantor di area tersebut. Sebagaimana diketahui, Mega Kuningan merupakan area yang strategis untuk para pekerja.

"Kami berterima kasih atas dukungan tim, investor kami, landlord, dan orang-orang yang telah mendukung kami selama bagian perjalanan yang paling sulit," ungkapnya.

Sebagai informasi, CoHive telah berdiri sejak 2015 dengan nama awal EV Hive. Usaha tersebut didirkan oleh firma modal ventura yang berfokus di Asia Tenggara, East Ventures.

Namun, perusahaan tersebut akhirnya diambil alih oleh sekelompok pengusaha, yakni Jason Lee, Carlson Lau, dan Ethan Choi pada 2017 dan berganti nama menjadi CoHive.

Menurut Crunchbase, di bawah pimpinan mereka, CoHive telah mengumpulkan lebih dari US$37 juta dalam pendanaan selama 4 putaran. Bahkan, berhasil meraih putaran Seri B pada Juni 2019 yang dipimpin oleh Stonebridge Ventures.

Sementara, East Ventures dan Insignia Ventures Partners merupakan investor awal di perusahaan tersebut. Selain itu, pada putaran Seri A, CoHive mendpaat dana dari Softbank senilai US$20 juta pada 2018. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper