Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bertemu Wapres Ma'ruf Amin, REI Minta BPHTB Diturunkan untuk Gairahkan Properti

Rata-rata nasional, harga rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) berkisar Rp150 juta. 
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 06 Januari 2020  |  13:50 WIB
Bertemu Wapres Ma'ruf Amin, REI Minta BPHTB Diturunkan untuk Gairahkan Properti
Ilustrasi - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Pengembang properti yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) meminta pemerintah menaikan batasan harga rumah yang tidak kena pajak sehingga menggairahkan industri nasional.

Moeroed, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Perumahan Subsidi dan Perumahan Aparatur Pemerintah DPD REI menuturkan saat ini Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) berdasarkan Undang-undang No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebesar Rp55 juta.

Nilai tidak kena pajak ini perlu dinaikan sesuai dengan nilai jual rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Saat ini rata-rata nasional, harga rumah untuk MBR berkisar Rp150 juta. 

“Ini terkait masalah program Presiden [Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin], itu [membangun] dua juta rumah dengan uang muka 1% dan bunga 5%,” kata Moeroed di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Senin (6/1/2020).

Menurut Moeroed yang sebelumnya Ketua REI Sumatra Selatan itu dengan penyesuaian nilai yang tidak dikenai pajak, maka target pembangunan rumah murah semakin mudah dilaksanakan.

Biaya BPHTB sebesar 10% yang membentuk harga jual rumah dapat dibebaskan kepada konsumen.

Saat ini, masyarakat berpenghasilan rendah memiliki beberapa pilihan program yang didukung pemerintah untuk mendapatkan rumah.

Program ini seperti fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Program ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah yang memiliki upah maksimal Rp4 juta untuk kredit pemilikan rumah (KPR) rumah tapak, sedangkan untuk rumah susun maksimal Rp7 juta.

Kemudian, untuk skema lainnya seperti bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT), pembeli harus memiliki tabungan setidaknya 3 bulan dengan penghasilan keluarga maksimal Rp6 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah murah batas harga rumah bersubsidi BPHTB wapres ma'ruf amin
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top