Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

JTSE Kurangi Penggunaan Kertas Karcis Tol, Begini Caranya

Selama Januari—Desember 2018, sebelum pengurangan rasio kertas karcis tol, JTSE menghabiskan 15.793 gulung kertas dengan panjang kertas setara 126,34 juta sentimeter.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 26 November 2019  |  12:21 WIB
Jalan tol di Makassar yang dioperasikan PT Jalan Tol Seksi Empat. - Bisnis/Paulus T. Bone
Jalan tol di Makassar yang dioperasikan PT Jalan Tol Seksi Empat. - Bisnis/Paulus T. Bone

Bisnis.com, MAKASSAR — Penggunaan kertas karcis tol saat ini dinilai tidak lagi efektif bagi pengguna jalan tol. Tidak sedikit pengendara pengguna jalan tol mengabaikan begitu saja karcis tol selepas melakukan transaksi di gerbang tol otomatis.

Hal tersebut tentu memberi dampak vertikal terhadap sejumlah aspek, mulai dari biaya operasional untuk pembelian kertas gulung, hingga dampak terhadap lingkungan.

Ketika melihat fenomena tersebut, PT Jalan Tol Seksi Empat (JTSE) berupaya menghadirkan inovasi dengan menurunkan rasio penggunaan kertas karcis tol. Direktur Utama PT Jalan Tol Seksi Empat (JTSE) Anwar Toha menerangkan bahwa penggunaan kertas gulung sudah sepatutnya menjadi perhatian bersama.

Selain untuk mengurangi biaya operasional, JTSE juga melihat sejumlah aspek yang akan memberi dampak positif dengan menurunkan rasio penggunaan kertas karcis tol.

“Upaya pengurangan rasio kertas karcis ini, kami juga melihat aspek-aspek lain di antaranya, keselamatan dan kesehatan, lingkungan, dan aspek customer atau pelanggan. Pengurangan rasio kertas itu kami lakukan dengan menyediakan tombol opsi cetak bagi pengendara yang membutuhkan karcis serta mengubah ukuran karcis tanpa mengurangi standar struktur informasi di dalamnya,” ungkap Anwar Toha, Jumat (22/11/2019).

Dari sisi keselamatan, pengurangan rasio kertas karcis tol akan mengurangi tingkat Risk Factor Number-substansial ()RFN 12 atau menjadi RFN 8 (moderat). Untuk aspek lingkungan, berkurangnya penggunaan kertas gulung untuk karcis tol secara otomatis akan mengurangi  potensi penebangan pohon yang notabene merupakan bahan dasar pembuatan kertas sehingga akan berdampak bagi kebaikan lingkungan.

Sementara dari sisi pelanggan, JTSE yang merupakan entitas usaha PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META) ini melihat permasalahan karena hasil pencetakan karcis tol mudah mengotori lajur area gardu, yang kerap kali membuat pengandara lainnya tidak nyaman.

Oleh karena itu, selain pengurangan rasio dari bentuk ukuran karcis yang sebelumnya berukuran 8 cm x 7 cm menjadi 8 cm x 3,30 cm, pada mesin cetak karcis disediakan juga tombol opsi cetak sehingga bagi pengendara yang membutuhkan karcis tol dapat menekan tombol cetak.

Sementara itu, bagi yang tidak membutuhkan, karcis tol tidak akan tercetak. Sistem mesin diubah menjadi tidak otomatis tercetak.

Muhammad Syaiful, Head of Operational Business & Services PT JTSE selaku Leader Project, menjelaskan pada Januari—Desember 2018 sebelum pengurangan rasio kertas karcis tol, perseroan menghabiskan 15.793 gulung kertas dengan panjang kertas setara 126,34 juta sentimeter.

Sementara itu, pada periode Januari—Juli 2019, setelah upaya pengurangan rasio kertas karcis tol, penggunaannya mampu dipangkas hingga 70 persen atau hanya menghabiskan 1.533 gulung kerta dengan panjang 12,26 juta sentimeter.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol tol makassar
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top