Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bangun Jalan Tol Baru, Skema Ini Bisa Jadi Pilihan Lho!

Skema penjualan aset tol bisa menjadi alternatif untuk modal pembangunan jalan tol baru yang hingga 2024 ditargetkan mencapai 2.500 kilometer.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 15 November 2019  |  16:15 WIB
Kepala BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) Danang Parikesit (tengah) memberikan keterangan di sela-sela peninjauan jalan tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang di Sungai Sodong, Kabupaten Mesuji, Lampung, Rabu (1/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Kepala BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) Danang Parikesit (tengah) memberikan keterangan di sela-sela peninjauan jalan tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang di Sungai Sodong, Kabupaten Mesuji, Lampung, Rabu (1/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) menilai badan usaha jalan tol bisa memanfaatkan skema asset recycling atau penjualan aset tol untuk membiayai jalan tol baru.

Skema ini bisa menjadi alternatif untuk modal pembangunan jalan tol baru yang hingga 2024 ditargetkan mencapai 2.500 kilometer.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan jalan tol merupakan aset yang penting untuk menciptakan konektivitas antarwilayah. Dia menyebutkan, badan usaha yang sudah memiliki aset konsesi bisa memanfaatkan skema asset recycling di samping pinjaman dari perbankan maupun investasi langsung dalam pembiayaan jalan tol.

"Skema asset recycling digunakan sebagai langkah dalam pemanfaatan maupun pemindahtanganan aset lama, untuk membangun aset yang baru. Tujuannya adalah untuk membangun aset baru untuk mendapatkan aset yang lebih banyak," jelasnya melalui siaran pers, Jumat (15/11/2019).

Dalam catatan Bisnis.com, PT Waskita Toll Road (WTR) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. menjadi dua badan usaha yang melakukan asset recycling. Pada 2018, WTR melepas 70% saham PT Waskita Trasnjawa Toll Road (WTTR) ke investor yang menghimpun dana di instrumen reksa dana penempatan terbatas (RDPT).

Jasa Marga juga melakukan hal serupa dengan melepas sebagian saham ke PT Lintas Marga Jawa (LMJ). LMJ merupakan entitas yang didirikan khusus oleh investor yang menghimpun dana di instrumen RDPT Mandiri Infrastruktur Ekuitas Trans Jawa.

Pelepasan saham itu dilakukan pada tiga entitas, yaitu PT Jasamarga Semarang Batang, PT Jasamarga Solo Ngawi, dan PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri.

Danang menyebut, dalam 5 tahun ke depan, pemerintah menargetkan pembangunan jalan tol sepanjang 2.500 kilometer. Panjang tersebut terdiri atas jalan tol Trans-Sumatra (2.000 kilometer), Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (184 kilometer), Yogyakarta–Bawen (77 kilometer), dan Solo–Yogyakarta–Kulon Progo (91,93 kilometer), Semarang–Demak (27 kilometer), dan Demak–Tuban–Gresik (236 kilometer).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol bpjt danang parikesit
Editor : Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top