Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Natal & Tahun Baru Sudah Dekat, Kemendag Waspadai Kenaikan Harga Bawang Merah

Kementerian Perdagangan bakal menurunkan tim untuk mengamankan harga dan pasokan barang kebutuhan pokok penting (bapokting) yang berpotensi mengalami kenaikan harga pada periode Natal dan Tahun Baru.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 13 November 2019  |  13:59 WIB
Natal & Tahun Baru Sudah Dekat, Kemendag Waspadai Kenaikan Harga Bawang Merah
Petani panen bawang merah di Desa Taraban, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (2/10). - ANTARA/Saiful Bahri

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perdagangan bakal menurunkan tim untuk mengamankan harga dan pasokan barang kebutuhan pokok penting (bapokting) yang berpotensi mengalami kenaikan harga pada periode Natal dan Tahun Baru.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan bawang merah menjadi salah satu komoditas yang akan diawasi pasokan dan pergerakan harganya. Dia menyebutkan komoditas itu berpoteni mengalami kenaikan harga hingga akhir tahun lantaran terpapar oleh gangguan iklim.

“Petani bawang merah terganggu produksinya karena kemarau panjang yang terjadi selama ini. Maka dari itu kami akan waspadai dan terus memantau pergerakan harganya supaya tidak merugikan konsumen jelang periode Natal dan Tahun Baru,” ujarnya, di Kementerian Perdagangan, Rabu (13/11).

Untuk itu dia mengaku bakal menerjunkan tim untuk melakukan pemantauan di pasar-pasar di seluruh Indonesia. Pejabat eselon I Kementerian Perdagangan, menurutnya, akan ditugaskan untuk melakukan koordinasi di daerah  terkait dengan pengamanan pasokan dan harga bapokting jelang Natal dan Tahun Baru.

Mendag Agus mengatakan, selain bawang merah pemantauan juga akan dilakukan kepada komoditas lain seperti beras, daging ayam dan sapi, gula, minyak goreng, cabai dan bawang putih.

“Sejauh ini laporan yang masuk ke kami pasokan dan harga bapokting masih aman. Maka dari itu kami akan terjunkan tim pemantau untuk memastikan apakah laporan yang kami terima benar-benar terjadi di lapangan,”katanya.

Dia mengatakan, guna memperkuat koordinasi dengan pelaku usaha dan pemerintah daerah, Kemendag akan melakukan rapat koordinasi daerah (rakorda) di 15 provinsi di seluruh Indonesia.

Provinsi tersebut adalah Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, Papua Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, dan Bali.

Selain itu, Kemendag akan melakukan pemantauan di 121 pasar yang ada di ima belas provinsi tersebut pada 16-20 Desember 2019.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Suhanto mengatakan, meskipun dalam beberapa pekan terakhir harga bawang merah mengalami kenaikan, dia mengklaim harga tersebut masih berada pada level yang wajar.

“Namun kami sudah siapkan strategi untuk menghadapi kesenjangan harga bawang merah dan bapokting lain di tiap-tiap daerah. Strategi itu kami lakukan dengan mendistribusikan stok di satu daerah yang mengalami kelebihan menuju ke daerah yang mengalami kekurangan pasokan,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga bawang merah
Editor : Wike Dita Herlinda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top