Permintaan Apartemen Belum Membaik, Pengembang Pacu Bangun Rumah Tapak

Penjualan apartemen yang tertekan tidak hanya baru terjadi pada tahun ini dan sudah terjadi sejak beberapa tahun sebelumnya.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 24 Oktober 2019  |  08:35 WIB
Permintaan Apartemen Belum Membaik, Pengembang Pacu Bangun Rumah Tapak
Proyek rumah mewah. - Ilustrasi/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Penjualan apartemen yang masih cenderung tertekan membuat pengembang lebih memilih untuk mengembangkan rumah tapak yang permintaan pasarnya dinilai lebih menjanjikan.

Presiden Direktur Gapuraprima Group Arvin F. Iskandar mengakui bahwa permintaan pasar untuk apartemen memang masih cenderung lemah. Hal itu menyebabkan pihaknya untuk menunda rencana pembangunan apartemen high rise.

Dia menuturkan bahwa hingga saat ini belum ada lagi proyek baru apartemen yang dibangun perusahaannya. Menurutnya, pembangunan apartemen yang dilakukan Gapuraprima saat ini hanyalah untuk merampungkan proyek yang telah dijalankan sebelumnya.

“Kalau membangun apartemen yang baru belum ada, kami saat ini masih berupaya merampungkan pembangunan Bellevue Place MT Haryono yang sudah berjalan sejak 2 tahun lalu,” ujarnya kepada Bisnis ketika ditemui di sela-sela konferensi pers penyelenggaraan Indonesia Property Expo 2019 di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Dengan melihat kondisi pasar apartemen yang masih tertekan, Arvin menyatakan bahwa ke depannya pihaknya akan lebih fokus untuk mengembangkan rumah tapak maupun apartemen low rise dengan harga yang lebih terjangkau.

“Tahun depan rencananya kami masih akan membangun rumah tapak, dan membangun apartemen low rise sekitar tujuh atau delapan lantai di kawasan Bogor,” ungkapnya.

Arvin yang juga menjabat sebagai Sekjen DPD REI Jakarta ini mengatakan bahwa tertekannya penjualan apartemen tidak hanya baru terjadi pada tahun ini. Menurutnya, kondisi tersebut memang sudah terjadi sejak beberapa tahun sebelumnya.

“Untuk apartemen high rise, pada tahun-tahun sebelumnya memang banyak investor yang belum dapat menjual produk-produknya,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
apartemen, rumah tapak

Editor : Zufrizal
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top