JELAJAH INFRASTRUKTUR SUMATRA 2019 : Saatnya Pariwisata Pegang Kendali

Selain kaya akan sumber daya alam, sektor pariwisata berpotensi sebagai penyumbang pertumbuhan ekonomi Sumatra, terutama jika didukung oleh infrastruktur jalan dan telekomunikasi yang memadai.
1

Destinasi Baru Mulai Bermunculan

2 dari 3 halaman
JELAJAH INFRASTRUKTUR SUMATRA 2019 : Saatnya Pariwisata Pegang Kendali
Pindang ikan Palembang, salah satu kuliner Palembang yang terkenal selain pempek. - Bisnis/Tim Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019

Menurut sejumlah referensi, sate dan sop ikan tuhuk (nama setempat untuk blue marlin) juga merupakan kuliner yang paling banyak dicari di Krui.

“Kalau musim seperti ini, nelayan jarang dapat ikan marlin. Tapi bagi wisatawan yang mau merasakan pengalaman memancing langsung ikan marlin di tengah laut, ada juga tempat menyewa perahu dengan harga sekitar Rp750.000,” kata Agus Wibowo, (41), penduduk setempat yang berprofesi sebagai pengepul ikan.

Sejalan dengan kian banyaknya wisatawan ke Krui, akomodasi di kota kecil ini juga semakin bertambah. Setidaknya ada 41 penginapan yang terdaftar di mesin pencari Google yang bisa diakses wisatawan untuk pemesanan daring.

Sejumlah pemilik modal berinvestasi membangun penginapan-penginapan di dekat pantai, seperti Kambuna Bungalow yang baru berdiri sekitar 3 tahun terakhir. Bungalow tersebut dimiliki oleh pemodal asal Jakarta dan dikelola oleh masyarakat setempat.

Total ada dua kamar utama yang cukup luas untuk menampung 5—6 orang tamu serta sebuah dapur. Menurut Win, pengelola Kambuna Bungalow, penginapan tersebut akan penuh pada musim liburan seperti Natal, Tahun Baru serta Lebaran. “Di sini sudah banyak penginapan baru. Kami terus menambah fasilitasnya supaya wisatawan nyaman,” kata Win.

Upaya pembenahan akomodasi dan atraksi di Krui memang sudah mulai tampak, kendati masih belum bisa dibilang sempurna. Dari segi akses, pemerintah juga memperbaiki akses ke kawasan tersebut dengan membangun jalan tol Bakauheni di Lampung.

Perbandingan waktu tempuh ke Krui dari pelabuhan Bakauheni yakni sekitar 6 jam 44 menit, sedangkan bila lewat jalan nasional Lintas Barat Sumatra membutuhkan waktu sekitar 7 jam 12 menit.

DESTINASI LAIN

Krui bukan satu-satunya potensi wisata di Lampung. Beberapa atraksi yang tak kalah menarik dan kerap menjadi destinasi wisatawan dari Jakarta dan kota-kota lain yakni Pulau Pisang, Teluk Kiluan, Taman Nasional Way Kambas, Pantai Pasir Putih, Mata Air Way Sumpuk di Tanggamus, Pantai Dewi Mandapa di Pesawaran, Puncak Mas, Pulau Tegal Mas, Bendungan Margotirto di Gisting dan lain-lain.

Tak kalah dengan Lampung, Provinsi Sumatra Selatan juga menyimpan segudang potensi wisata, baik budaya maupun alam. Palembang sebagai ibu kota merupakan salah satu destinasi yang cukup laris di Pulau Sumatra dan terkenal dengan ikon Jembatan Ampera yang melintang di atas Sungai Musi.

Palembang merupakan salah satu kota tertua di Indonesia dan pernah menjadi ibu kota kerajaan bahari Buddha terbesar di Asia Tenggara yakni Kerajaan Sriwijaya. Fakta tersebut menyisakan sejumlah tempat bersejarah dan kekayaan kuliner hasil perpaduan budaya, yang patut dijajal jika mengunjungi Palembang.

Sebut saja misalnya pempek, kerupuk kemplang, mie celor, dan laksan. Meskipun pada dasarnya kuliner berbahan seafood ini mudah ditemukan di wilayah Sumatra bagian Selatan lainnya, tetapi makanan tersebut identik dengan Kota Palembang.

Dari sisi amenitas dan akses, boleh dibilang Palembang cukup unggul dari dua kota lain di Sumbagsel. Palembang menjadi kota pertama yang memiliki LRT di Indonesia. Selain itu, terdapat ribuan unit kamar sebagai imbas dari penyelenggaraan Asian Games 2018 sehingga Palembang juga mulai menjadi destinasi wisata MICE.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top