Bisnis Spa Semakin Menggiurkan

Semakin berkembangnya bisnis Spa di Indonesia, maka akan menciptakan enterpreneur baru di bidang Spa wellness. Hal ini juga harus diimbangi dengan penyediaan produk yang sehat dan bermanfaat, sumber daya manusia terampil, serta kode etik profesi yang profesional.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 12 September 2019  |  20:09 WIB
Bisnis Spa Semakin Menggiurkan
Ilustrasi - Healthcontractor

Bisnis.com, JAKARTA -- Aktivitas mandi di kolam dengan air mengalir telah menjadi warisan budaya yang dilakukan turun temurun. Hal tersebut terbukti dari padatnya kunjungan masyarakat ke pegunungan untuk mandi air belerang.

Pemandian air panas dan belerang diyakni memiliki kemampuan untuk memberikan kesembuhan, peningkatan kesehatan fisik maupun fungsional. Mandi di air belerang juga diyakini oleh sebagian masyarakat untuk menghilangkan penyakit kulit, meningkatkan kecantikan dan menambah kebugaran tubuh.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani. Dia menambahkan, pergi ke pemandian air panas dan belerang adalah bagian dari spa, karena spa dilakukan dengan media air dan didukung oleh pijat, aroma terapi dan bahan-bahan alami.

"Spa telah menjadi tren, bukan hanya dikalangan selebriti, tetapi juga para eksekutif, pelaku bisnis dan siapa saja yang ingin merasakan perawatan dengan rileks dan santai," ungkapnya baru-baru ini.

Dengan semakin berkembangnya bisnis Spa di Indonesia, maka akan menciptakan enterpreneur baru di bidang spa wellness. Hal ini juga harus diimbangi dengan penyediaan produk yang sehat dan bermanfaat, sumber daya manusia terampil, serta kode etik profesi yang profesional.

Pembinaan kode etik profesi spa adalah hal penting, agar kualitas dari aspek kesehatan dapat terjaga dengan baik. Menurutnya, organisasi profesi dapat mengambil peran dalam melakukan pembinaan, monitoring dan evaluasi pelaksanaan kode etik profesi.

Dalam rangka memberikan dukungan terhadap bisnis spa di Indonesia, maka pemerintah memberikan dukungan dalam bentuk pembinaan, pendampingan, pelatihan dan pembinaan baik bagi organisasi profesi maupun industri spa.

Bila industri spa dan pariwisata berkembang dengan baik, katanya, dapat meningkatkan nilai ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat. Di era modern ini, bisnis spa memiliki potensi yang terus berkembang maju.

Pendiri Yayasan Pariwisata Spa Indonesia Annie Savitri mengungkapkan heritage Indonesia sangat banyak sekali. Namun, yang diangkat saat ini adalah heritage perawatan berkonsep tradisional.

Pada 2018, katanya, bisnis spa di Indonesia terkontraksi karena adanya UU No. 28/2009 tentang Pajak Hiburan, yang menyebutkan bahwa tarif pajak hiburan ditetapkan paling tinggi sebesar 35 persen.

Akan tetapi, khusus untuk hiburan berupa pagelaran busana, kafe, salon kecantikan, diskotik, karaoke, klub malam, permainan ketangkasan, panti pijat dan mandi uap/spa, tarif pajak hiburan daerah ditetapkan paling tinggi sebesar 75 persen.

Annie menilai, undang-undang perpajakan ini sangat menekan pertumbuhan bisnis spa di Indonesia. Secara umum, pertumbuhan bisnis spa di Indonesia terkontraksi, sebab pebisnis menghilangkan label spa untuk menghindari pajak tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
spa

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top