Bisnis Indonesia Gelar Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019 Tahap II

Fokus Jelajah Infrastruktur ini adalah memberikan laporan komprehensif mengenai peluang-peluang bisnis dan perekonomian di sejumlah provinsi di Sumatra yang menjadi lokasi proyek pembangunan infrastruktur.
Tim Jelajah Infrastruktur Sumatra II
Tim Jelajah Infrastruktur Sumatra II - Bisnis.com 11 September 2019  |  22:37 WIB
Bisnis Indonesia Gelar Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019 Tahap II
Foto udara simpang susun KM 108 jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Lampung, Sabtu (4/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Bisnis Indonesia, media ekonomi terbesar di Tanah Air, menggelar program Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019 tahap kedua sebagai lanjutan dari tahap pertama yang sukses dilakukan pada Mei 2019.

Seperti halnya tahap pertama, fokus dari tim jelajah yakni memberikan laporan komprehensif mengenai peluang-peluang bisnis dan perekonomian di sejumlah provinsi di Sumatra yang menjadi lokasi proyek pembangunan infrastruktur.

Secara khusus, sebanyak empat orang anggota tim jelajah akan menyusuri ruas jalan tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) sepanjang 140,9 kilometer (km) di Provinsi Lampung. Setelah itu, tim akan melanjutkan perjalanan ke arah Utara menuju Palembang dengan melintasi ruas tol Terpeka yang terdiri dari Terbanggi Besar—Pematang Panggang—dan Pematang Panggang—Kayuagung.

PT Hutama Karya (Persero) menyatakan ruas Terpeka sepanjang 185 km tersebut tengah dalam tahap uji layak operasi dan ditargetkan mulai beroperasi resmi selepas 5 Oktober 2019.

“Tol ini akan jadi jalan tol terpanjang di Indonesia. Kami bersama [Kementerian] PU [Pekerjaan Umum] akan memohon agar Presiden bisa meresmikan," ujar Corporate Secretary Hutama Karya Muhammad Fauzan dalam acara pelepasan Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019 di Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Sebagai perbedaan dengan Jejalah Infrastruktur Sumatra 2019 tahap I, kali ini tim akan melanjutkan perjalanan dari Palembang ke Provinsi Bengkulu untuk melaporkan perkembangan terbaru mengenai pembangunan tol yang kelak akan menghubungkan dua provinsi tersebut.

Tak hanya itu, program Jelajah kali ini juga akan melihat lebih dekat proyek ketenagalistrikan serta dukungan perbankan untuk pembangunan infrastruktur serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tak ketinggalan, tim jelajah juga akan mengunjungi beberapa lokasi pariwisata yang ada di kawasan Bengkulu dan Lampung.

Keberadaan proyek infrastruktur jalan tol diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mobilitas. Selain itu, juga diharapkan arus barang dan jasa lebih lancar sehingga dapa membuka potensi sumber-sumber ekonomi baru di wilayah Sumatra secara umum dan Sumatra bagian selatan secara khusus.

Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Hery Trianto menyatakan pembangunan tol dari Palembang ke Bengkulu akan dapat membuka potensi ekonomi Bengkulu yang menyimpan cadangan 13 juta ton batu bara. Keberhasilan pembangunan Tol Trans Sumatra, lanjutnya, kelak dapat diduplikasi di pulau-pulau besar lain di Indonesia seperti Kalimantan, Sumawesi serta Papua dan Maluku.

Di pulau-pulau tersebut, perekonomian masyarakat terus berkembang tapi tidak diikuti dengan perkembangan infrastruktur jalan tol. Alhasil, arus transportasi makin tersendat.

“Sejak awal sektor infrastruktur digenjot oleh pemerintah, kami termasuk yang percaya bahwa narasi besar pembangunan infrastruktur harus disampaikan dengan benar kepada masyarakat. Ikhtiar besar kami yakni bagaimana melihat persoalan ini dengan sebenarnya, kami ingin menyajikan informasi yang sesuai fakta,” ucapnya.

Program Jelajah Infrastruktur Sumatra tahap II akan dilakukan selama sepekan pada 11-17 September 2019. Dalam program Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019 tahap kedua ini, Bisnis Indonesia didukung oleh PT Hutama Karya (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), dan PT Isuzu Astra Motor Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama,Presiden Direktur PT Jurnalindo Aksara Grafika Lulu Terianto menyatakan Bisnis Indonesia berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia. Dari sisi manfaat bagi perkembangan usaha, dia mengakui peningkatan konektivitas memiliki kontribusi terhadap efisiensi perusahaan.

“Dari sisi kami sekarang tidak perlu harus buka banyak percetakan. Di Pulau Jawa contohnya, cukup hanya ada satu percetakan sudah bisa ke Solo, Semarang, Yogyakarta dengan infrastruktur seperti ini. Mudah-mudahan tol Sumatra bisa cepat jadi supaya akses dari Bakauheni ke Aceh jadi lebih cepat,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top