Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Inpex Petakan Calon Pembeli Gas Blok Masela

Inpex Masela Ltd. tengah berkomunikasi dengan calon pembeli gas untuk proyek lapangan Abadi di blok Masela dengan memetakan kebutuhan gasnya.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 09 September 2019  |  13:28 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan (tengah) didampingi Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto (kiri) dan CEO Inpex Takayuki Ueda (kanan) memberikan salam usai memberikan keterangan terkait pengelolaan Blok Masela di Jakarta, Selasa (16/7/2019). Pemerintah dan Inpex telah menemui kata sepakat dalam mengelola Blok Masela. - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Menteri ESDM Ignasius Jonan (tengah) didampingi Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto (kiri) dan CEO Inpex Takayuki Ueda (kanan) memberikan salam usai memberikan keterangan terkait pengelolaan Blok Masela di Jakarta, Selasa (16/7/2019). Pemerintah dan Inpex telah menemui kata sepakat dalam mengelola Blok Masela. - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Inpex Masela Ltd. tengah berkomunikasi dengan calon pembeli gas untuk proyek lapangan Abadi di blok Masela dengan memetakan kebutuhan gasnya.

Vice President Corporate Services Inpex Masela Nico Muhyiddin mengakui hingga saat ini, belum ada pembeli pasti untuk produksi gas dari lapangan Abadi. Namun, pihaknya telah menyusun pemetaan calon pembeli gas dari blok Masela.

Nico mengatakan perusahaan yang menjadi kandidat pembeli gas ini di antaranya PT PLN (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN).

“Kami sudah nanya mereka butuhnya berapa, kualitasnya yang mana, tapi belum ada kontraknya. Konsumen lokal atau luar tidak ada masalah, yang penting harganya cocok,” tuturnya, baru-baru ini.

Adapun proyek lapangan Abadi diprediksi menghasilkan gas alam cair (LNG) sebesar 9,5 juta ton per tahun (mtpa) dan gas pipa sebanyak 150 juta kaki kubik per hari (mmscfd).

Nico menambahkan kepastian pembeli gas dari lapangan Abadi harus didapatkan sebelum proses keputusan akhir investasi (FID). Saat ini, Inpex fokus untuk menyelesaikan proses penyusunan analisis dampak lingkungan (amdal).

 “Setelah amdal, kami akan mengerjakan pekerjaan desain rinci [FEED]. Dari hasil FEED, kami akan tahu kapalnya seperti apa, modelnya seperti apa, baru FID,” ujar Nico.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inpex blok masela
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top