Pemasangan Tali Baja di Median Jalan Tol Cikopo Selesai Oktober

Pembatas pada median jalan diperlukan untuk menahan kendaraan yang tak terkendali melaju ke lajur berlawanan.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 28 Agustus 2019  |  15:05 WIB
Pemasangan Tali Baja di Median Jalan Tol Cikopo Selesai Oktober
Para pekerja tengah memasang tali baja di KM 145 jalan tol Cipali. PT Lintas Marga Sedaya menargetkan pemasangan tali baja sepanjang 18 kilomter bisa selesai pada September 2019. - Rivki Maulana

Bisnis.com, CIREBON — PT Lintas Marga Sedaya menargetkan pemasangan tali baja atau wire rope sepanjang 18 kilometer di jalan tol Cikopo—Palimanan rampung pada September—Oktober 2019. Tali ini berfungsi sebagai pemisah pada median jalan sehingga bisa mengantisipasi kendaraan melintas ke lajur berlawanan.

Direktur Operasi PT Lintas Marga Sedaya (LMS) Agung Prasetyo mengatakan bahwa median pada jalan tol Cikopo—Palimanan tergolong median terbuka dengan lebar 5 meter. Dia menambahkan, pemasangan tali baja akan menambah fitur keselamatan di jalan tol sepanjang 116,75 kilometer tersebut.

"Sebagai pembatas, ini akan mengurangi fatality. Selain itu, kami juga terus mengimbau pengendara untuk tidak melebihi batas kecepatan," jelasnya di sela-sela pemasangan tali baja di KM 145 jalan tol Cipali, Rabu (28/8/2019).

Secara umum, pembatas pada median jalan diperlukan untuk menahan kendaraan yang tak terkendali melaju ke lajur berlawanan.

Peristiwa terakhir terjadi pada Juni 2019, ketika sebuah bus dari arah Cirebon (jalur A) menyeberang ke jalur B atau arah Jakarta. Kecelakaan itu menyebabkan 12 orang meninggal dunia.

GM Operasi LMS Suyitno mengatakan bahwa sejak 2016, pihaknya sudah memasang tali baja sepanjang 16 kilometer, terdiri atas 8,50 kilometer di jalur A dan 7,50 kilometer di jalur B.

Sementara itu, pada tahun ini pemasangan tali baja ditambah 18 kilometer sehingga secara keseluruhan panjang tali terpasang mencapai 34 kilometer. Satu utas tali baja bisa menahan beban hingga 20 ton.

"Kami pasang di satu sisi saja karena fungsinya untuk pembatas. Wire rope kami pasang di titik-titik yang rawan," jelasnya.

Suyitno mengatakan bahwa selain tali baja, LMS juga telah memasang garis kejut atau rumble dots dan lampu strobo di beberapa titik yang rawan kecelakaan. Kedua benda itu berfungsi untuk meningkatkan kewaspadaan pengemudi saat berkendara di jalan tol.

Pemasangan tali baja, garis kejut, dan lampu strobo merupakan upaya LMS dalam aspek teknis untuk meningkatkan keselamatan berkendara di jalan tol. Selain aspek teknis, aspek penindakan dan edukasi juga dilakukan bersama guna mencegah kecelakaan di jalan tol.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol, jalan tol cikopo-palimanan, Keselamatan Berkendara

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top