PII Bidik 3 Proyek Kerja Sama untuk Diberikan Penjaminan

Bila perjanjian penjaminan tiga proyek tersebut bisa terealisasi, sepanjang 2019 jumlah proyek yang dijamin PII bakal mencapai enam proyek.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 23 Agustus 2019  |  07:44 WIB
PII Bidik 3 Proyek Kerja Sama untuk Diberikan Penjaminan
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (dari kiri) bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, dan Sekjen Kementerian Perhubungan Djoko Sasono menyaksikan Dirut PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) (PII) Armand Hermawan, Dirut PT Air Semarang Barat Immanuel Ria Swarna, dan Pjs Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Muhammad Farchan melakukan penandatangan proyek KPBU SPAM Semarang Barat. - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia membidik tiga penjaminan baru pada proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha hingga akhir 2019.

Sebelumnya dalam 8 bulan 2019, PII telah memberi penjaminan untuk tiga proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) yang tersebar di sektor air minum, telekomunikasi, dan perkeretaapian.

Direktur Utama PII Armand Hermawan mengatakan bahwa proyek infrastruktur terbaru yang bakal dijamin dalam waktu dekat adalah jalan tol Semarang—Demak. 

Penjaminan proyek jalan tol sepanjang 27 kilometer itu dijadwalkan berlangsung pada September 2019, berbarengan dengan perjanjian pengusahaan jalan tol antara pemerintah dan PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak (PPSD).

PPSD merupakan badan usaha jalan tol yang dibentuk konsorsium PT PP (Persero) Tbk., PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., dan PT Misi Mulia Metrical selaku pemenang lelang pengusahaan jalan tol Semarang—Demak.

Armand menerangkan bahwa nilai penjaminan yang akan diberikan di kisaran Rp5 triliun sampai dengan Rp6 triliun.

PII akan menjamin beberapa risiko, antara lain risiko terminasi yang disebabkan oleh tindakan atau keputusan pemerintah.

"[Penjaminan tol] Semarang—Demak bulan depan. Selebihnya preservasi jalintim [jalan lintas timur; Sumsel dan kami usahakan juga RS Zainoel Abidin [di Aceh]," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (22/8/2019).

Berdasarkan catatan Bisnis, penjaminan untuk proyek jalan tol Semarang—Demak akan menjadi penjaminan kesebelas untuk proyek jalan tol.

Sementara itu, penjaminan untuk proyek preservasi jalan nasional dan rumah akan menjadi yang pertama bagi PII.

Bila perjanjian penjaminan tiga proyek tersebut bisa terealisasi, sepanjang 2019 jumlah proyek yang dijamin PII bakal mencapai enam proyek.

Sebelumnya, PII telah menandatangani perjanjian penjaminan pada proyek KPBU Satelit Satria, proyek Sistem Penyediaan Air Minum Semarang Barat dan proyek perkeretaapian umum Makassar—Parepare.

Nilai investasi gabungan dari tiga proyek yang telah dijamin pada 2019 mencapai Rp22,51 triliun.

Jumlah ini terdiri atas Rp21 triliun untuk proyek Satelit Satria dan Rp1,10 triliun pada proyek perkeretaapian umum Makassar—Parepare.

Adapun, nilai investasi SPAM Semarang Barat senilai Rp417 miliar.

Secara umum, pemberian penjaminan bakal meningkatkan keamanan investasi dan mengerek tingkat kelayakan proyek di mata investor maupun perbankan. Penjaminan diberikan untuk untuk beberapa jenis risiko yang dapat timbul dari pihak pemerintah.

Hingga saat ini, PII telah memberi penjaminan di 20 proyek infrastruktur, tersebar di lima sektor.

Sebanyak 10 proyek yang dijami merupakan proyek jalan tol sedangkan 4 lainnya proyek telekomunikasi.

PII juga memberikan penjaminan di 3 proyek air minum, 1 proyek pembangkit listrik, 1 proyek perkeretaapian, dan 1 proyek non-KPBU.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol, pii, pt penjaminan infrastruktur indonesia

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top