Wapres JK : Cadangan Listrik di DKI Jakarta Minimal 30 Persen

Insiden pemadaman listrik secara tiba-tiba (blackout) khususnya di Jabodetabek terjadi lantaran terus meningkatnya beban penggunaan listrik di wilayah tersebut.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  20:38 WIB
Wapres JK : Cadangan Listrik di DKI Jakarta Minimal 30 Persen
Suasana di Halte TransJakarta Harmoni saat pemadaman listrik di Jakarta, Minggu (4/8/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mempersiapkan cadangan listrik minimal 30% dari total kapasitas penggunaan untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Menurut JK, insiden pemadaman listrik secara tiba-tiba (blackout) khususnya di Jabodetabek terjadi lantaran terus meningkatnya beban penggunaan listrik di wilayah tersebut.

"[Cadangan listrik] di DKI Jakarta minimal 30% [dari total penggunaan]. [Cadangan listrik] Jakarta masih 22%-24%," katanya di Kantor Wapres RI, Selasa (6/8/2019).

Dia membandingkan cadangan listrik di kota besar seperti Singapura saat ini sudah mencapai 100%. PLN harus meningkatkan porsi tabungan listrik di Jakarta dan Jawa Barat sebagai pengaman apabila terjadi kegagalan transmisi listrik di Jawa Timur atau Jawa Barat.

Itu sebabnya, kata JK, pemerintah mau tak mau harus menyelesaikan proyek 35.000 MW. Pasalnya, penambahan beban listrik saat ini hanya bisa dilayani dengan pembangkit baru.

Meski sudah ada pembangkit lama, PLN tetap harus melakukan perawatan secara menyeluruh agar bisa digunakan saat kondisi gawat darurat.

"Kita butuh proyek 35.000 MW selesai tepat waktu. Kalau ada pembangkit yang diservis maka harus ada dihentikan. Cadangan [listrik] itu penting. Kalau ada yang rusak atau diservis maka akan ada kekurangan [pasokan]," jelasnya.

Menurutnya, putusnya aliran listrik yang terjadi pada Minggu (4/6/2019) terjadi seperti efek domino (domino effect). JK menilai adanya kerusakan di salah satu transmisi ternyata berefek besar ke transmisi lain yang berada di Utara, Timur, hingga ke Barat.

Dia menilai sebenarnya PLN sudah memiliki solusi untuk mengatasi kelebihan beban listrik di Pulau Jawa, yaitu membangun transmisi untuk Tol Listrik Sumatra dan Tol Listrik Jawa.

Sayangnya, PLN membatalkan proyek tersebut beberapa tahun lalu. Padahal, menurutnya, transmisi listrik di Pulau Jawa dan Pulau Sumatra seharusnya tersambung melalui kabel bawah laut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
listrik, jusuf kalla, dki jakarta, Cadangan Listrik

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top