Outlook Belanja Negara 2019 Lebih Rendah dari Realisasi 2018

Realisasi belanja negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 diperkirakan mencapai 95,1% dari target, lebih rendah dari capaian tahun sebelumnya.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  20:41 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Realisasi belanja negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 diperkirakan mencapai 95,1% dari target, lebih rendah dari capaian tahun sebelumnya.

Untuk diketahui, target belanja negara yang dipatok dalam APBN 2019 mencapai Rp2.461,1 triliun.

Pada tahun sebelumnya, pemerintah berhasil merealisasikan belanja negara sebesar 99,7% dari APBN 2018 yang mematok belanja negara di nominal Rp2.213 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjelaskan penurunan outlook belanja negara yang lebih rendah dibandingkan realisasi tahun sebelumnya karena kementerian dan lembaga telah diminta untuk melakukan perencanaan yang lebih matang atas anggaran.

Selain itu, capaian belanja negara yang mencapai 99,7% tersebut, menurut Sri Mulyani disebabkan oleh pengalihan beberapa posisi yang anggarannya dipegang oleh bendahara negara seperti anggaran untuk bencana alam dan subsidi.

"Kalau bersih dari kementerian dan lembaga mungkin cuma 92%. Kalau tidak pakai pindah ini pertumbuhan dari penyerapan anggaran ada di 92%," kata Sri Mulyani  Selasa (16/7/2019).

Oleh karena itu, outlook belanja negara APBN 2019 yang diperkirakan mencapai 95,1% merupakan perkiraan yang lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi belanja negara dalam APBN 2018.

Pada semester I/2019, belanja kementerian dan lembaga terealisasi sebesar Rp342,3 triliun atau 40% dari target dalam APBN 2019 yang mencapai Rp855,4.

Belanja non-kementerian dan lembaga pada semester I/2019 terealisasi sebesar Rp288,2 triliun atau 37% dari target APBN 2019 yang mencapai Rp778,9 triliun.

Dalam belanja kementerian dan lembaga, rata-rata kementerian dan lembaga merealisasikan 40% dari anggaran yang dialokasi.

Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Polri, dan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) merealisasikan anggaran di atas rata-rata kementerian lembaga dengan realisasi masing-masing mencapai 63,7%, 59,6%, 46,4%, dan 40,9%.

Tingginya realisasi anggaran dari Kemensos dan Kemenkes didorong oleh penyaluran bantuan iuran jaminan kesehatan dan program keluarga harapan (PKH), sedangkan kenaikan realisasi anggaran Kemenristekdikti didorong oleh penyaluran Bidik misi kepada 310.900 siswa.

Adapun untuk realisasi subsidi BBM dan LPG 3 kg pada semester I/2019 terealisasi sebesar Rp37,7 triliun atau 37,5% dari patokan APBN 2019.

Realisasi subsidi BBM dan LPG 3 kg pada semester I/2019 dipengaruhi oleh perkembangan harga Indonesia Crude Price (ICP) yang menurun dan nilai tukar rupiah yang lebih kuat dari yang diperkirakan.

Tarif keekonomian dari BBM yang disubsidi yaitu solar sebesar RP8.630 per liter dan subsidi yang digelontorkan adalah Rp2.000 per liter.

Selanjutnya, tarif keekonomian dari LPG 3 kg sebesar Rp11.404 per kg dengan subsidi sebesar Rp6.504 per kg.

Perlu dicatat pula bahwa pembayaran subsidi sebesar Rp37,7 triliun juga termasuk pembayaran kurang bayar subsidi yang mencapai Rp10 triliun.

Adapun untuk subsidi listrik, pemerintah telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp24,5 triliun atau 31,2% dari patokan APBN 2019.

Sama dengan BBM dan LPG 3 kg, realisasi subsidi listrik juga dipengaruhi oleh perkembangan harga ICP yang berada di bawah asumsi makro APBN dan nilai tukar rupiah yang lebih kuat dari perkiraan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
apbn, sri mulyani

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top