Clear Tidak Ada Penolakan, Proyek Jalan Tol Solo-Jogja Mulai Digas!

Setelah melalui diskusi dan perdebatan yang panjang, akhirnya pembangunan jalan Tol Solo--Jogja yang sempat ditentang oleh Sri Sultan HB X dilanjutkan kembali.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 24 Juni 2019  |  13:36 WIB
Clear Tidak Ada Penolakan, Proyek Jalan Tol Solo-Jogja Mulai Digas!
Ilustrasi - Sejumlah kendaraan melintasi di jalan Tol Solo Semarang saat penyusuran pra uji laik fungsi dan keselamatan Trans Jawa, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (7/12/2018). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah melalui diskusi dan perdebatan yang panjang, akhirnya pembangunan jalan Tol Solo--Jogja yang sempat ditentang oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X dilanjutkan kembali.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mengatakan bahwa setelah adanya diskusi, maka diputuskan pembangunan dilanjutkan kembali. "Update-nya semua sesuai rencana, tidak ada penolakan kok," ujarnya kepada Bisnis, Jumat (21/6).

Sugiyartanto menambahkan bahwa yang dimaksud oleh Gubernur DIY apabila pembangunan membawa manfaat bagi masyarakat maka silahkan dilanjutkan, apabila tidak bermanfaat maka untuk apa.

Ia mengungkapkan, dua paket pembangunan Tol Solo--Yogyakarta terdiri atas Solo--Prambanan yang masuk dalam wilayah Jawa Tengah dan ruas Yogyakarta--Prambanan yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit sebelumnya mengatakan bahwa sejak awal Gubernur DIY Sri Sultan HB X sangat konsisten untuk minta diberikan konsep mengkaitkan antara tol dengan pembangunan ekonomi masyarakat.

Sebagai informasi,  Sultan menyampaikan akses ke bandara baru di Kulonprogo lebih baik berupa jalur biasa non-tol agar masyarakat sekitar bandara juga bisa merasakan manfaat ekonomi.

Sultan menganggap apabila YIA terintegrasi dengan tol, masyarakat Kulonprogo hanya dilalui pengguna bandara begitu saja. Dampak ekonomi dari keberadaan bandara pun tidak akan dirasakan oleh masyarakat luas.

“Enggak pakai tol. Keberadaan bandara kan untuk pertumbuhan ekonomi Jogja. Kalau medhun [turun] airport ditampani [langsung ke] tol, Jogja oleh [dapat] apa? Kan enggak dapat apa-apa. Makan saja enggak,” tegas Sultan. 

Menurut Sultan, lebih baik untuk akses ke YIA menggunakan jalan raya biasa atau jalur nontol seperti Jalan Jalur lingkar Selatan (JJLS).

JJLS akan terhubung dengan Bandara YIA. Pemerintah juga menyiapkan jalur lewat Bedah Menoreh yang terhubung dengan Candi Borobudur untuk menunjang pariwisata ke wilayah Pegunungan Menoreh.

Pada pemberitaan sebelumnya, Adhi Karya memproyeksi pembangunan jalan tol Solo—Yogyakarta—Kulonprogo bisa dimulai pada semester kedua 2019. 

Jalan tol tersebut, akan membentang dari Solo hingga Yogyakarta International Airport di Kulonprogo. Konstruksi melayang menjadi jalan tengah rencana pembangunan jalan tol yang melintasi wilayah Yogyakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol, bpjt, sri sultan hamengkubuwono, Kementerian PUPR

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup