Baru Pertengahan Tahun Kuota Rumah Subsidi BTN Telah Habis

BTN memiliki total kuota 127.104 unit yang terdiri dari 28.744 unit fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan 98.360 unit selisih suku bunga (SBB). Kuota BTN 75% dari total kuota anggaran pemerintah.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 19 Juni 2019  |  15:35 WIB
Baru Pertengahan Tahun Kuota Rumah Subsidi BTN Telah Habis
Perumahan sederhana di Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, yang pemilikannya dibiayai KPR BTN. - Antara/Seno

BIsnis.com, JAKARTA -- Kuota subsidi rumah PT Bank Tabungan Negara Tbk. diklaim habis bulan Juni ini.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Khalawi Abdul Khamid.

"Jadi yang habis itu jatah [rumah subsidi] untuk BTN tapi [kuota rumah subsidi] untuk bank lain masih ada. Apabila bank lain lebih lambat, kita akan melakukan evaluasi," ujarnya usai acara Indonesia Housing Forum 'Penyediaan Hunian Milenial di Perkotaan Berkelanjutan," Rabu (19/6/2019).

Khalawi mengaku belum tahu apakah pihaknya akan meminta kuota subsidi tambahan hunian untuk BTN atau tidak. Nantinya, dia berencana akan berkoordinasi dengan Direktorat Penyakuran dan Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) untuk mengelola rumah tangga di bank-bank lain.

"Kita akan mengevaluasi kuota yang dikasihkan ke bank lain, efektif atau tidak. Jika tidak dimanfaatkan ya harus segera dimanfaatkan. Daripada kosong," lanjutnya.

Khalawi menyatakan bahwa tingkat keterisian rumah subsidi di bank-bank lain masih ada sekitar 50%. Lanjutnya, penyerapan rumah subsidi di bank juga lebih lambat dibandingkan BTN.

Hingga saat ini BTN memiliki total kuota 127.104 unit yang terdiri dari 28.744 unit fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan 98.360 unit selisih suku bunga (SBB). Kuota BTN 75% dari total kuota anggaran pemerintah.

"Kita akan mencoba mengatur apakah masih diperlukan tambahan atau tidak. Kita akan coba nanti akan kita bahas sama-sama karena ini kan tergantung keuangan," ucapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
flpp, rumah subsidi

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top