Libur Panjang, Mal dengan Tempat Makan dan Minum Panen

Pusat belanja yang mayoritas diisi oleh barang konsumsi sudah lewat masa ramainya, yaitu sebelum Lebaran. Saat ini, pusat belanja itu sepi karena kebanyakan orang sudah memenuhi kebutuhan sehari-harinya sebelum Idulfitri.
Mutiara Nabila | 14 Juni 2019 17:41 WIB
Ilustrasi suasana kafe dan restoran di dalam area Tunjungan Surabaya pada saat momen Ramadhan dan Lebaran 2019. - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, JAKARTA – Libur panjang dari mudik Lebaran hingga liburan sekolah, membawa orang-orang yang tinggal di pusat kota dan tidak bepergian ke daerah untuk mengunjungi pusat-pusat perbelanjaan untuk mengisi waktu luang. Namun, kondisi di pusat belanja yang penuh hiburan berbeda dengan pusat belanja seperti di trade center.

Kepala Bidang Riset Savills Indonesia Anton Sitorus menyebutkan bahwa pusat belanja yang mayoritas diisi oleh barang konsumsi sudah lewat masa ramainya, yaitu sebelum Lebaran. Saat ini, pusat belanja itu sepi karena kebanyakan orang sudah memenuhi kebutuhan sehari-harinya sebelum Idulfitri.

“Secara umum kalau mal yang komponen FnB [makanan dan minuman]-nya tidak banyak ya traffic-nya tidak setinggi mal yang ada FnB-nya gitu, dan biasanya kalau pusat belanja yang condong ke barang-barang spesifik fesyen atau elektronik biasanya ada waktu-waktu ramainya,” jelasnya kepada Bisnis, Jumat (14/6/2019).

Pusat belanja yang menjual barang-barang spesifik, jelas Anton, akan cederung lebih ramai pada menjelang hari Raya atau akhir tahun. Menurutnya, pendapatan kebanyakan orang pada masa-masa itu lebih tinggi sehingga daya beli dan belanjanya juga lebih tinggi.

Adapun, periode libur pertengahan tahun ini dinilai memang berbeda dari periode sebelumnya, yang membuat pusat belanja cenderung lebih sepi setelah lebaran dan kunjungan ke mal dengan tenant FnB ikut turun.

“Sebenarnya ini kan karena kita tahu kondisinya ekonomi juga belum stabil, jadi belum ada peningkatan yang signifikan untuk belanja orang juga enggak terlalu tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun lalu,” kata Anton.

Terlebih, jelasnya, orang belakangan ini karena kondisi setelah pemilu, kondisi jalanan habis digunakan untuk demo, jadi sedikit mengurangi kunjungan ke mal.

Libur panjang, terutama menuju libur anak sekolah justru akan memberikan keuntungan lebih bagi pusat belanja yang memiiki lebih banyak tenant FnB dan hiburan. Anak-anak dan keluarga yang tidak bepergian banyak yang menghabiskan waktunya untuk berkunjung dari satu ma ke mal lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
restoran, cafe, pusat belanja

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top