Bisnis.com, JAKARTA – Lalamove, platform on demand delivery membeberkan strategi untuk membangun ekosistem logistik yang lebih efisien dan terjangkau. Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan waktu tunggu pengemudi dan kendaraan.
Managing Director Lalamove Indonesia Andito B Prakoso mengatakan bahwa strategi tersebut tidak hanya menghadirkan solusi pengiriman yang lebih ekonomis bagi pelaku usaha maupun konsumen, tetapi juga menciptakan peluang pendapatan yang fleksibel bagi pengemudi yang mungkin tidak termasuk dalam tenaga kerja formal.
"Dengan mengoptimalkan waktu tunggu pengemudi dan kendaraan, kami dapat membangun ekosistem logistik yang efisien dan terjangkau," ujarnya, Sabtu (30/8/2025)
Secara khusus di segmen layanan Lalamove Ride, Perseroan mencatat pertumbuhan jumlah perjalanan hingga ratusan persen.
Hal tersebut, tambah Andito, seiring dengan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi on demand di kawasan perkotaan dengan mobilitas tinggi.
Berdasarkan data internal perusahaan, permintaan perjalanan dalam dua bulan terakhir banyak berasal dari kawasan komersial, hunian, hingga transit hub.
Hal ini, sebutnya, menunjukkan kebutuhan transportasi masyarakat tidak hanya terpusat di area bisnis, tetapi juga tersebar ke wilayah hunian yang menjadi titik strategis aktivitas sehari-hari.
Menurut Andito, salah satu kawasan dengan permintaan tertinggi adalah Tanah Abang, pusat grosir terbesar di Asia Tenggara yang juga menjadi jalur transit utama di Jakarta.
Kebayoran Baru turut mencatat lonjakan permintaan berkat perannya sebagai transit hub serta keberadaan destinasi populer seperti Blok M, Pasar Santa, dan Pasar Mayestik.
Tren permintaan di Tanah Abang dan Kebayoran Baru menjadi gambaran bagaimana masyarakat semakin mengandalkan layanan ride-hailing untuk berbagai kebutuhan.
Merujuk data internal Lalamove menunjukkan kendaraan roda dua seperti MotorRide dan MotorXL mencapai puncak permintaan pada hari kerja, terutama Jumat, dengan jam sibuk pukul 07.00–08.00 WIB dan 17.00–19.00 WIB.
Sementara itu, armada roda empat justru meningkat pada akhir pekan, seiring dengan tingginya mobilitas keluarga dan rekreasi.
Bagi mitra pengemudi, dia menilai perbedaan pola ini membuka peluang optimalisasi pendapatan karena jam sibuk layanan berbeda dengan jam sibuk pengantaran barang, sehingga keduanya dapat saling melengkapi.