Dwelling Time Masih di Bawah Target, Ini Penjelasan Bea Cukai

Saat ini, dwelling time Indonesia berada di peringkat 46, di bawah target Presiden Joko Widodo yang menyasar posisi 40.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 24 Mei 2019  |  12:37 WIB
Dwelling Time Masih di Bawah Target, Ini Penjelasan Bea Cukai
Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah memastikan akan terus melakukan sejumlah terobosan dari sisi kebijakan untuk mempercepat arus logistik

Direktur Teknis Kepabeanan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Fadjar Donny Tjahjadi mengatakan bahwa permasalahan logistik masih menjadi salah satu titik yang mendapatkan perhatian dari pemerintah, termasuk Bea Cukai. Termasuk di dalamnya adalah dwelling time, di mana Indonesia sekarang menempati peringkat 46.
 
Padahal, Presiden Joko Widodo menargetkan Indonesia menempati peringkat 40. 
 
"Tentu saja untuk mencapai target ini diperlukan kerja sama dari berbagai pihak," ujarnya seperti dikutip dari laman resmi Bea Cukai, Jumat (24/5/2019).
 
Menurut Donny, otoritas kepabeanan sebenarnya telah menerapkan sejumlah kebijakan mulai dari joint inspection Bea Cukai dengan Karantina, optimalisasi  delivery order online, penerapan auto gate system di semua tempat penimbunan sementara, one gatebilling and payment system, dan e-trucking untuk mendorong perbaikan dwelling time.
 
Sementara itu, Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Nur Bahagia menjelaskan logistik merupakan perbekalan yang berkaitan dengan pengelolaan aliran barang. Seluruh pergerakan logistik berpacu dengan supply dan demand
 
Oleh karena itu, untuk keseimbangan pasokan dan permintaan agar lebih mempercepat arus barang, diperlukan pengembangan pelabuhan sebagai kawasan logistik dan transportasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bea Cukai, dwelling time

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top