BI Ubah Stance Kebijakan Moneter Jadi Cautious Neutral Data Dependacy

Sejak Mei 2019, BI menetapkan stance moneternya ahead the curve dan preemptive.
Hadijah Alaydrus | 16 Mei 2019 15:50 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan penjelasan pada jumpa pers mengenai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia di Jakarta, Kamis (21/3/2019). Bank Indonesia memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI 7DRR) sebesar 6,00 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75 persen. Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Seiring dengan ketidakpastian kondisi global yang kembali menguat, Bank Indonesia (BI) mengubah stance moneter menjadi cautious, neutral, data dependacy.

Sebelumnya, sejak Mei 2019, BI menetapkan stance moneternya ahead the curve dan preemptive.

Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan, stance ini berarti bank sentral akan terus mencermati kondisi pasar keuangan global dan stabilitas eksternal perekonomian.

Ini dilakukan mempertimbangkan terbukanya ruang bagi kebijakan moneter yang akomodatif sejalan dengan rendahnya inflasi dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

"Suku bunga dengan situasi sekarang, kita karakteristiknya cautious, neutral, data dependacy," ungkap Perry, Kamis (16/05/2019).

Sementara itu, stance arah kebijakan BI untuk pengelolaan likuiditas dan makroprudensial tetap longgar, sementara pendalaman pasar keuangan ekspansif.

Keputusan tersebut, kata Perry, sejalan dengan upaya menjaga stabilitas eksternal perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, pasar keuangan

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup