Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kaya Bahan Baku, Keramik Hias Indonesia Siap Mendunia

Kementerian Perindustrian terus memacu industri kecil dan menengah (IKM) penghasil gerabah dan keramik hias lantaran sektor ini memiliki potensi dan peluang besar untuk bersaing di kancah global.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 11 April 2019  |  10:38 WIB
Perajin melakukan proses produksi keramik di sentra industri keramik Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/2/2019). - ANTARA/Raisan Al Farisi
Perajin melakukan proses produksi keramik di sentra industri keramik Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/2/2019). - ANTARA/Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian terus memacu industri kecil dan menengah (IKM) penghasil gerabah dan keramik hias lantaran sektor ini memiliki potensi dan peluang besar untuk bersaing di kancah global.

“Pemerintah menjadikan IKM gerabah dan keramik hias ini sebagai salah satu sektor yang perlu didorong pengembangannya, karena guna memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam siaran pers, Kamis (11/4).

Menurutnya, salah satu kekuatan Indonesia ialah ketersediaan bahan baku yang cukup melimpah seperti tanah liat, feldspar, pasir silika, dolomit, limestone, batu granit, dan sumber daya alam lainnya.

“Selain itu, keunggulan kita adalah punya beragam desain yang menarik. Apalagi, industri kerajinan keramik hias atau gerabah di Indonesia merupakan sektor yang lekat dengan budaya, sehingga memiliki tempat di hati masyarakat kita,” ujarnya.

Kemenperin mencatat, jumlah IKM gerabah dan keramik hias lebih dari 5.200 unit usaha yang telah menyerap tenaga kerja hingga 21.470 orang.

Sentra IKM gerabah dan keramik hias tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, di antaranya Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan.

Gati menuturkana produk gerabah dan keramik hias Indonesia cukup kompetitif di tingkat internasional yang terlihat dari capaian nilai ekspornya USD25,4 juta pada 2018, atau naik dari tahun sebelumnya yang tercatat USD25,2 juta.

Beberapa negara tujuan utama ekspor tersebut, antara lain Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Belanda, dan Britania Raya. “Kami yakin, IKM gerabah dan keramik hias di Indonesia masih memiliki peluang untuk meraih pasar yang lebih besar di dunia internasional. Apalagi, adanya kerja sama ekonomi komprehensif yang sudah ditandatangani seperti dengan Australia dan EFTA,” imbuhnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ikm industri keramik
Editor : Galih Kurniawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top