Kawasan Pariwisata Diresmikan, AP II Harap Penumpang di Pangkal Pinang Naik

PT Angkasa Pura II (Persero) targetkan pertumbuhan penumpang di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, dekati 10% mengikuti potensi pariwisata dan fasilitas bandara yang meningkat.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 15 Maret 2019  |  00:22 WIB
Kawasan Pariwisata Diresmikan, AP II Harap Penumpang di Pangkal Pinang Naik
Bandar Udara Depati Amir, Pangkalpinang, Bangka Belitung. - Bisnis/Istimewa

Bisnis.com, PANGKALPINANG -- PT Angkasa Pura II (Persero) targetkan pertumbuhan penumpang di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, dekati 10% mengikuti potensi pariwisata dan fasilitas bandara yang meningkat.

Presiden Direktur Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin menuturkan pergerakan penumpang memiliki potensi tumbuh lebih tinggi di Bandara yang baru diresmikan Terminal barunya oleh Presiden Joko Widodo tersebut.

"Jika 3-4 tahun ini diagregasi pakai model regresi jadinya 9-10 persen, kita masih berharap bergerak tumbuh [pergerakan penumpang] sejalan dengan fasilitas bandara kemudian destinasi berkembang, destinasi utama di sini itu kan wisata," ungkapnya di sela-sela Peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Kalayang dan Terminal Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Kamis (14/3/2019).

Dia banyak berharap pertumbuhan penumpang akan ditopang oleh keberadaan KEK Pariwisata tersebut. Dengan demikian, upaya peningkatan aktivitas penumpang didukung dari sisi ketersediaan pariwisata di sana.

"Investor sudah masuk, aksesibilitas tanggung jawab kita, lalu lintas ke bangka kan paling optimal udara, karena di pulau, akses udara jadi prioritas," terangnya.

Dia melihat, konsep pertumbuhan penumpang saat ini telah bergeser dari konsep adanya potensi penumpang baru rute baru menjadi diciptakannya rute baru karena ada pariwisata baru ada potensi penumpang. 

Awaluddin mengungkapkan saat ini Bandara Pangkal Pinang belum dapat menjadi bandara Internasional. 

"Kita lihat karena itu tak bisa diputuskan satu pihak, tidak bisa bandara yang mengusulkan, tidak bisa hanya Kemenhub, atau tak bisa hanya Pemda atau stakeholder, [kebijakan bandara internasional] merupakan sinkronisasi berbagai kebijakan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bandara pangkal pinang

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top