Peserta Asing Tender Tol Semarang Demak Mundur, Lokal Maju Terus

Badan Pengatur Jalan Tol mengungkapkan bahwa peserta tender investasi proyek jalan tol Semarang—Demak, menyisakan dua konsorsium lokal dari empat konsorsium yang lulus prakualifikasi.
Krizia Putri Kinanti | 14 Maret 2019 07:04 WIB
ilustrasi Tol Semarang/Batang, Trans Jawa

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengatur Jalan Tol mengungkapkan bahwa peserta tender investasi proyek jalan tol Semarang—Demak, menyisakan dua konsorsium lokal dari empat konsorsium yang lulus prakualifikasi.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menuturkan dua konsorsium lokal peserta tender tersebut melaju ke tahap berikutnya, sedangkan dua konsorsium asing tidak mengajukan dokumen lebih lanjut.

"Sekarang sedang dalam pembahasan teknis panitia lelang, ada dua kecuali yang asing. [Konsorsium asing] enggak masukkan. Yang shortlist diundang kan 4, itu sisa dua," tuturnya, Rabu (13/3/2019).

Sebelumnya, ada empat konsorsium lulus tahap prakualifikasi dan diundang untuk memasukkan dokumen penawaran.

Pertama adalah konsorsium PT Jasa Marga Tbk., PT Waskita Toll Road, PT Adhi Karya Tbk., dan PT Brantas Abipraya.

Konsorsium kedua adalah PT PP Tbk., PT Wijaya Karya, PT Misi Mulia Metrical. Konsorsium ketiga adalah PT China Harbour Indonesia dan konsorsium keempat adalah Sinohydro Corporation Limited.

Apabila dua konsorsium asing tidak diikutsertakan, saat ini tersisa dua konsorsium lokal yakni konsorsium PT Jasa Marga Tbk. serta konsorsium PT PP Tbk.

Danang menambahkan bahwa untuk pengumuman pemenang tender, BPJT masih menunggu dari panitia lelang. "Jadi, kalau proses biasanya itu 6 bulan selesai."

Pembangunan jalan tol Semarang-Demak ini menjadi menarik karena proyek ini tidak hanya berkaitan dengan pengoperasian jalan tol, tetapi juga terintegrasi dengan tanggul laut Kota Semarang sebagai bentuk dari upaya untuk mengatasi dampak dari perubahan iklim yang mengakibatkan kenaikan muka air laut maupun penurunan muka tanah di wilayah Semarang dan Demak.

BPJT menargetkan pembangunan jalan tol Semarang—Demak sepanjang 27 kilometer bisa dimulai pada tahun ini. Keberadaan jalan tol ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan menambah kapasitas jaringan jalan yang sudah ada untuk melayani kawasan utara Jawa.

Pembangunan jalan tol dengan nilai investasi sekitar Rp15,3 triliun ini ditargetkan berlangsung selama 2 tahun.

Adapun, lahan yang dibutuhkan untuk proyek itu adalah 1.887.000 meter persegi. Lahan dibagi menjadi dua seksi, yatu seksi 1 di Kota Semarang dan Seksi 2 di Kabupaten Demak.

Tag : jalan tol
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top