Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Keramik Optimistis Produksi 2019 Tumbuh 7%

Industri keramik Indonesia menargetkan produksi keramik nasional pada tahun ini sebanyak 420 juta m2 hingga 430 juta m2 sepanjang 2019. Angka tersebut lebih tinggi 7%--9% dibandingkan dengan volume produksi pada tahun lalu.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 14 Maret 2019  |  19:00 WIB
Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia Edy Suyanto (dari kiri) berbincang dengan GM Reed Panorama Exhibitions Steven Chwee, dan Sekjen BPP Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia Andi Rukman Nurdin, di sela-sela konferensi pers pameran Indonesia Building & Construction Week 2019, di Jakarta, Rabu (6/3/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia Edy Suyanto (dari kiri) berbincang dengan GM Reed Panorama Exhibitions Steven Chwee, dan Sekjen BPP Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia Andi Rukman Nurdin, di sela-sela konferensi pers pameran Indonesia Building & Construction Week 2019, di Jakarta, Rabu (6/3/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Industri keramik Indonesia menargetkan produksi keramik nasional pada tahun ini sebanyak 420 juta m2 hingga 430 juta m2 sepanjang 2019. Angka tersebut lebih tinggi 7%--9% dibandingkan dengan volume produksi pada tahun lalu.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto menargetkan produksi keramik nasional akan mencapai 420 juta hingga 430 juta m2 sepanjang 2019. Angka tersebut lebih tinggi 7%--9% dibanding jumlah produksi pada tahun.

"Kami harapkan bisa tumbuh 7% - 9% pada tahun ini," ujarnya di sela-sela Dalam pembukaan Pameran Keramika 2019 dan Seminar Nasional Peningkatan Daya Saing Industri Keramik Nasional, Kamis (14/3/2019).

Kapasitas industri keramik Indonesia berada di nomor 9 dunia yakni mencapai 580 juta m2 per tahun. Namun, produksinya hanya 380 juta m2 per tahun.

Semantara itu, pemerintah telah memberikan sederet dukungan bagi industri keramik, seperti penaikan PPh impor dari 5% menjadi 7,5% dan menerapkan safeguard sejak Oktober 2018.

Terkait gas bumi sebagai bahan bakar untuk industri keramik, pemerintah terus mengupayakan adanya jaminan pasokan dan harga yang ideal dan kompetitif.

Dalam mendorong terciptanya inovasi produk dan SDM terampil di sektor industri, pemerintah juga akan memfasilitasi melalui pemberian insentif fiskal berupa super deductible tax.

Pemerintah juga juga menyediakan insentif nonfiskal berupa penyediaan tenaga kerja kompeten melalui program link and match dengan SMK dan industri, Diklat sistem 3 in 1 dan Program Diploma I Industri.

Dia berpendapat industri keramik merupakan salah satu sektor unggulan dengan bahan baku yang melimpah di dalam negeri. Industri ini juga telah menyerap tenaga kerja sekitar 150.000 orang.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri keramik
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top