LAPORAN DARI WASHINGTON, 4 Unit PLTGU di Jawa Belum Optimal

Utilisasi empat unit pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) di Pulau Jawa baru mencapai 25% dari total kapasitas. Belum penuhnya kapasitas terpakai dari PLTGU itu berdampak terhadap PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk berusaha mendapatkan harga gas yang lebih kompetitif.
Hery Trianto | 28 Juni 2018 20:34 WIB
Pekerja melakukan pengecekan pada proyek PLTGU Jawa 2 di Jakarta, Kamis (10/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, WASHINGTON — Utilisasi empat unit pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) di Pulau Jawa baru mencapai 25% dari total kapasitas. Belum penuhnya kapasitas terpakai dari PLTGU itu berdampak terhadap PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk berusaha mendapatkan harga gas yang lebih kompetitif.

Fakta bahwa harga gas yang masih tinggi ini membuat biaya produksi listrik dari PLTGU lebih mahal. Sebagai upaya efisiensi, PLN mengoptimalkan pembangkit dengan bahan bakar batu bara yang jauh lebih murah. Padahal, gas bumi jauh lebih bersih dibandingkan dengan batu bara.

“Jawa saat ini kelebihan pasokan listrik akibat konsumsi industri yang tidak sesuai prediksi. Harga listrik dari PLTG US$7 sen per kWh, sedangkan batu bara berkisar US$2,5 sen-US$3 sen  per kWh,” tutur Direktur PLN Supangkat Iwan Santoso, di Washington, Kamis (28/4).

Di Jawa, PLTG beroperasi di empat lokasi Seperti Gresik, Semarang, dan dua unit di Jakarta yakni Muara Karang dan Muara Tawar dengan Kapasitas 13.000 Megawatt. Sementara untuk PLTU berbahan batu bara sebesar 17.000 MW.

Iwan menyarankan agar industri gas terus memperbaiki infrastruktur logistik gas yang selama ini membenani harga hingga 30%. “Kalau itu bisa dilakukan, maka gas bisa lebih kompetitif sehingga PLN bisa memaksimalkan produksi dari PLTG.”

PLN selama ini merupakan konsumen utama gas domestik. Bahkan 60% penjualan dari holding gas Pertamina berasal dari perusahaan itu.

Perhatian untuk lebih efisien juga disampaikan oleh PLt Dirut Pertamina Nicke Widyawati. Menurutnya Pertamina akan mengoptimalkan infrastruktur yang ada sehingga harga gas semakin kompetitif, serta memprioritaskan pengembangan jaringan gas mendekati lokasi pasar.

Tag : pltgu
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top