Kota Mandiri Suntik Kontribusi PDB Dalam 5 Tahun

Konsultan dan asosiasi pengembang mengakui bahwa kehadiran kota baru akan mendorong kenaikan produk domestik bruto negara dalam kurun waktu tercepat 5 tahun pasca penyelesaian perizinan
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 22 Maret 2018 21:33 WIB
Foto aerial pembangungan megaproyek Meikarta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/9). - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA – Konsultan dan asosiasi pengembang mengakui bahwa kehadiran kota baru akan mendorong kenaikan produk domestik bruto negara dalam kurun waktu tercepat 5 tahun pasca penyelesaian perizinan.

Sekretaris Jenderal DPP Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lucida mengatakan kota mandiri atau pembangunan kota-kota baru memang akan mendorong kontribusi yang besar untuk produk domestik bruto (PDB) negara. Menurut Paulus, pengembangan kota mandiri ini bisa saja memberikan kontribusi 3% sampai 5% bagi PDB negara jika pengembangan berjalan lancar sesuai rencana pemerintah dan pengembang terkait.

“Namun yang paling penting itu perizinannya dulu. Membutuhkan waktu sekitar dua tahun, tapi kalau rata-rata persentase kontribusi yang bisa diberikan atau dijanjikan pengembang kota baru untuk PDB itu relatif, tidak ada angka pasti. Tergantung pengembangnya,” jelas Totok kepada Bisnis, Kamis (22/3/2018).

Dia mengungkapkan perizinan untuk kota mandiri ini bisa memakan waktu dua tahun, dan proses penyelesaian pembangunan paling cepat lima tahun. Itu pun, baru bisa berkontribusi untuk mendorong PDB setelah kota tersebut sudah memiliki infrastruktur yang memadai dan hadir lapangan pekerjaan yang bisa menyerap banyak sumber daya manusia (SDM).

“Kontribusi PDB itu bisa didapatkan negara setelah lima tahun,” tutur Paulus.

Senior Technical Savills Indonesia Lucy Rumantir mengungkapkan bahwa salah satu tujuan pemerintah menggencarkan pembangunan kota baru memang untuk mendorong kenaikan PDB. Dia menilai kehadiran kota baru selalu menciptakan banyak lapangan kerja dan menyerap ribuan lapangan kerja baru.

“Hal ini akan memberikan efek domino bagi bisnis lainnya,” ungkap Lucy.

Sebelumnya, CEO Lippo Group James Riady mengatakan saat ini perekonomian dunia sedang membaik dari keterpurukan krisis 2008, dengan pertumbuhan hanya 1,8%, dan kini diprediksi bisa mencapai angka pertumbuhan 3,9%.

Untuk menyambut momen tersebut, James meyakini bahwa megaproyek milik Lippo Group, Meikarta, bisa menjadi salah satu kota baru yang mendongkrak PDB Indonesia di masa depan.

“Kota ini berkontribusi besar. Ini bukan properti, ini membangun kota menjadi tempat kebanggaan Indonesia,” jelas James.

James menyatakan Lippo Group menjalin kerjasama dengan berbagai institusi global untuk financial technology, logistik, riset, dan pendidikan.

Tag : kota mandiri
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top