Pendaftar SNI Masih Minim, BSN Kerja Ekstra

Jumlah perusahaan yang telah berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI) ternyata masih minim jika dibandingkan dengan seluruh pelaku usaha Tanah Air.
Deliana Pradhita Sari | 18 April 2017 16:51 WIB
Kunjungan Badan Standardisasi Nasional (BSN) ke Production Unit Gresik Pertamina Lubricants - Deliana Pradhita Sari

Bisnis.com, SURABAYA — Jumlah perusahaan yang telah berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI) ternyata masih minim jika dibandingkan dengan seluruh pelaku usaha Tanah Air.

Badan Standardisasi Nasional (BSN) mencatat terdapat 12.501 perusahaan yang telah ber-SNI. Jumlah tersebut terkumpul sejak 2000 hingga kuartal I/2017, yang terdiri dari perusahaan skala besar hingga usaha mikro dan kecil.

Kepala Biro Hukum, Organisasi dan Humas Badan Standardisasi Nasional Budi Rahardjo mengatakan jumlah tersebut diraih dengan usaha yang cukup besar. Pasalnya, tidak semua perusahaan menyadari pentingnya bersertifikat SNI pada produk mereka.

“Mengenai target ke depan, kami tidak bicara angka tetapi kami berharap seluruh produsen di Indonesia menerapkan standardisasi,” ujarnya di Gresik, Selasa (18/4/2017).

Budi menambahkan standardisasi dapat digunakan sebagai salah satu alat kebijakan pemerintah dalam menata struktur ekonomi. Standardisasi nasional juga memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Standardisasi mampu menunjang ekspor produk Indonesia, meningkatkan daya saing produk Indonesia, meningkatkan efisiensi nasional dan menunjang program keterkaitan sektor ekonomi dengan berbagai sektor lainnya.

Kasubag Pers dan Media Denny Wahyudi menuturkan pihaknya rutin melakukan sosialisasi standardisasi. BSN telah menggandeng 34 perguruan tinggi dan 40 pemerintah daerah, serta lembaga nonpemerintah.

Selain itu, BSN juga rutin menggelar pameran produk standardisasi di berbagai daerah.

“Kerja sama dan pameran yang kami inisiasi bertujuan mendorong kesadaran produsen menstandardisasi produknya,” tuturnya.

Denny berujar sejumlah usaha mikro dam kecil mampu bersaing dengan pasar setelah mengantongi label SNI. Produk mereka semakin dipercaya oleh masyarakat.

Dia mencontohkan CV Harimukti Teknik Asal Bantul mampu mendongrak penjualan produk mesin cuci Kanaba. Produk mesin cuci tersebut dapat dipasarkan di hotel dan rumah sakit seluruh Indonesia setelah mengantongi label SNI.

Bahkan, Harimukti Teknik sedang menjajaki pasar luar negeri ke Malaysia.

Tag : sni, bsn
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top