Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indonesia Miliki Kapal dari Pralon

Indonesia menciptakan kapal dari bahan pralon yang jauh lebih ringan dari kapal kayu.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 27 Oktober 2016  |  21:06 WIB
Kapal pralon kreasi alumni Universitas Diponegoro. - Istimewa
Kapal pralon kreasi alumni Universitas Diponegoro. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia menciptakan kapal dari bahan pralon yang jauh lebih ringan dari kapal kayu.

Agus Triharsito, Direktur Utama PT Barokah Marine Pekalongan --inovasi dilakukan oleh sejumlah alumni Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang-- mengatakan kapal ini jauh lebih murah, lebih tahan lama, dan mampu menyusuri perairan dangkal.

Kapal pralon pertama di Indonesia ini diberi nama Baruna Fishitama oleh Menristek Dikti M Natsir, saat berkunjung ke Pekalongan, Maret 2016. Saat itu, kapal pralon sedang dibangun di galangan milik PT Barokah Marine. Kapal pralon ini juga sudah dipresentasikan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Menurut Agus Triharsito, kapal pralon dengan panjang 17 meter dan lebar 4,2 meter ini dibuat dari 60 buah paralon berdiameter 14 inchi dan 12 inchi. “Satu unit kapal pralon dapat diselesaikan dalam waktu 2,5 bulan. Kapal dengan mesin 70 PK ini mampu mengangkut ikan maksimal 3,5 ton,” ujar Agus, tulis siaran persnya.

"Selain lebih hemat BBM, kapal ini juga dapat meluncur di daerah dangkal," kata Agus. Kapal ini berbahan baku ramah lingkungan karena hanya 10%  bagiannya berbahan kayu.

Dadit Prasetyanta dari Teknik Perkapalan Undip menambahkan, kapal Pralon Baruna Fishitama sudah diuji coba dan mendapatkan sertifikasi dari syahbandar dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Sekarang kapal itu sedang melaut di sekitar Pantai Pekalongan sebagai uji kelayakan ekonomi,” ujar Dadit.

Dalam uji coba, kapal pralon ini mampu menembus cuaca buruk. Saat kapal lain tidak berani melaut, 8-9 September lalu, kapal pralon ini mencoba menghadapi badai. Nahkoda kapal, Abdurahman, mengaku kapal pralon ini diterpa badai selama tujuh jam. “"Selama badai, kondisi kapal tetap kuat, tidak ada masalah. Padahal angin kencang, dan ombak besar," ucap Abdurahman.

Kapal pralon ini dibuat dengan bahan baku 80%  lokal, sementara mesin masih diimpor. Nantinya, kapal pralon ini akan dikembangkan lagi oleh PT Barokah Marine dan Teknik Perkapalan Undip.

Keunggulan utama kapal pralon ini adalah ringan dan hemat BBM, manuver lebih lincah, murah, aman karena tidak mudah tenggelam, stabil, dan ramah lingkungan. Kini, Teknik Perkapalan Undip sedang melakukan penelitian agar kapal pralon ini lebih efesien dan memiliki kemampuan struktur lebih baik.

Kapal pralon ini mulai dilirik berbagai kalangan, terutama untuk kapal penangkap ikan. “Pesanan sudah mulai masuk. Tahun depan, akan banyak kapal pralon yang akan menghiasi lautan Nusantara,” ujar Dadit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

universitas diponegoro kapal ikan
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top