Ahli Perencana Kota Perlu Visi Jangka Panjang

Para ahli perencana memiliki tanggungjawab besar dalam menciptakan wajah sebuah kota atau kawasan pengembangan yang layak dihuni hingga beberapa generasi mendatang. Oleh karena itu, perencanaan haruslah mampu mengantisipasi jauh ke depan melebihi usia hidup sang perencana.nn
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 06 April 2016  |  16:25 WIB
Ahli Perencana Kota Perlu Visi Jangka Panjang
Penyelesaian sebuah perumahan mewah. - Bisnis Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA—Para ahli perencana memiliki tanggungjawab besar dalam menciptakan wajah sebuah kota atau kawasan pengembangan yang layak dihuni hingga beberapa generasi mendatang. Oleh karena itu, perencanaan haruslah mampu mengantisipasi jauh ke depan melebihi usia hidup sang perencana.

“Hasil dari sebuah perencanaan baru akan terjadi 50 tahun hingga 100 tahun mendatang. Artinya baru dapat dirasakan baik atau buruknya nanti oleh anak cucu kita. Jadi betapa berat [bebannya] kalau kita membuat sesuatu yang salah, karena itu akan menyebabkan kesusahan bagi generasi penerus,” ungkap Wakil Ketua DPP Ikatan Ahli Perencana Indonesia (IAP) Soelaeman Soemawinata melalui siaran pers, Rabu (6/4/2016).

Hal tersebut diungkapkan Soelaeman yang juga Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Banten ketika menjadi narasumber dalam diskusi publik bertajuk “Inovasi dan Kreativitas dalam Perencanaan” yang diadakan IAP di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, akhir pekan lalu.

Menurutnya, seorang perencana haruslah memiliki mimpi dan visi ke depan melebihi zamannya. Soelaeman memberi contoh kawasan Serpong di Tangerang yang ketika dibangun pada 1990-an tidak pernah disangka akan menjelma menjadi salah satu kota penyangga terpenting dan paling sibuk di sekitar Jakarta saat ini.

Bahkan, pertumbuhan ekonomi di kawasan seluas sekitar 10 ribu hektare itu pernah mencapai kenaikan luar biasa hingga 60% per tahun pasca krisis moneter.

Demikian juga kawasan Alam Sutera seluas 1.000 hektare, yang di awal pengembangan hanya disiapkan sebagai dormitory atau tempat tinggal bagi mereka yang bekerja di Jakarta.

Semula di situ hanya akan dibangun rumah-rumah, tetapi setelah 15 tahun dibangun justru menunjukkan dinamika perubahan menjadi pusat komersial dan aktivitas bisnis paling maju di Serpong. Oleh karena itu, sisi value  atau nilai tambah perlu dipikirkan sejak awal satu pengembangan kawasan dilakukan.

“Kalau di awal tidak direncanakan secara komprehensif dengan visi yang melebihi zaman, maka mungkin jalan-jalan di Alam Sutera saat ini tidak akan mampu mengantisipasi perkembangan kota. Itu tentu akan menjadi persoalan serius bagi generasi saat ini yang tinggal di sana,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perumahan, perencanaan kota

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top