Gandeng Korsel, Pertamina Bangun Kota Gas di Sidoarjo

PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Gas menargetkan pembangunan infrastruktur pipa gas atau kota gas di Sidoarjo dapat digelar pada November tahun ini.
Deliana Pradhita Sari
Deliana Pradhita Sari - Bisnis.com 19 Oktober 2015  |  18:11 WIB
Gandeng Korsel, Pertamina Bangun Kota Gas di Sidoarjo
Jaringan Pipa Gas - JIBI

Bisnis.com, SURABAYA—PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Gas menargetkan pembangunan infrastruktur pipa gas atau kota gas di Sidoarjo dapat digelar pada November tahun ini.

Guna memuluskan aksi tersebut, perseroan menggandeng perusahaan gas asal Korea Selatan yang telah berpengalaman mengelola gas kota dengan prinsip health, safety, security and environment (HSSE).

Assistant Manager Quality Management & HSE PT Pertamina Gas Ari Satria mengatakan pada tahun ini pihaknya focus dalam pengembangan jaringan gas (jargas) dan pembentukan kota gas. Salah satu targetnya yaitu kota gas Sidoarjo, Jawa Timur.

“November ini kami bekerjasama dengan perusahaan gas Korea Selatan untuk melakukan identifikasi dan assessment terkait pelaksaan gas kota. Sidoarjo telah ditunjuk sebagai salah satu targetnya,” katanya usai Seminar Health, Safety, Security and Environment 2015 di Surabaya, Senin (19/10/2015).

Kendati demikian, lanjut Ari, pihaknya tidak ingin asal mengambil teknologi dari Korsel untuk diterapkan langsung di kota gas miliknya di Sidoarjo. Paslanya, budaya pengembangan kota gas hingga ke risiko bencana diklaim sangat berbeda antara Indonesia dan Korsel. Oleh Karena itu, perusahaan kini masih dalam tahap menguji dan menelaah ilmu.

“Intinya semua harus paralel dulu. Harus apple to apple. Gak bisa kita main ambil teknologi tanpa diserap baik-baik,” tuturnya.

Proyek kota Gas di Sidoarjo menyusul proyek lainnya yang lebih dulu dikembangkan seperti jaringan gas Semarang-Gresik, Lhokseumawe, Lhoksukon dan Prabumulih, Sumatra Selatan.

“Masih ada lagi kota-kota lainnya yang masih dalam tahap perencanaan. Namun pengembangan kota gas dibagi dua dengan BUMN lain yaitu PT PGN (Persero). Pemerintah [Kementerian ESDM] sudah membagi-bagi kotanya,” jelasnya tanpa memberi keterangan lebih lanjut tentang pembagian kota beserta nilai investasinya.

Nantinya, tambahnya, tidak ada pembagian pangsa pasar antara PT Pertamina Gas dengan PT PGN (Persero). “Enggak ada masalah tentang pembagiaan kavling misal gas publik siapa, rumah tangga siapa atau industri siapa.”

Seperti diketahui, Pertamina Gas telah membuat rencana besar berupa peta pembangunan jaringan pipa gas di 25 kota di seluruh Indonesia dalam kurun lima tahun, 2015-2020. Hal itu sesuai dengan amanat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengembangan jaringan gas sebagai solusi ketahanan energi nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, sidoarjo

Editor : Hendri Tri Widi Asworo
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top