Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DPR: Pemerintah Harus Tegas Terhadap "Investor Calo" Proyek Tol

Anggota Komisi V DPR RI, Nusyriwan Soejono meminta pemerintah untuk tegas investor jalan tol yang tidak menunjukkan perkembangan pasca mengantongi konsesi jalan tol.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 16 April 2015  |  20:35 WIB
Proyek jalan tol - Ilustrasi/Bisnis
Proyek jalan tol - Ilustrasi/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota K‎omisi V DPR Nusyriwan Soejono meminta pemerintah untuk tegas terhadap investor jalan tol yang tidak menunjukkan perkembangan seusai mengantongi konsesi jalan tol. 

Dia mengatakan pemerintah seharusnya lebih tegas dengan segera mencabut PPJT (perjanjian pengusahaan jalan tol) jika tidak ada kemajuan seperti yang terjadi pada jalan tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang.

"Sudah bertahun-tahun nggak ada progres seharusnya cabut saja PPJT-nya. Cari perusahaan lain yang mampu," ujarnya seperti dilansir dari situs kementrian PU-Pera, Kamis, (16/4/2015)

Nusyriwan mengatakan pemerintah harus lebih aktif dan jeli dalam memilih perusahaan calon investor yang akan mengelola sebuah ruas jalan tol‎. Pemerintah juga perlu menerapkan penalti atau hukuman bagi pengusaha jalan tol yang pembangunan jalan tolnya tak menunjukkan perkembangan berarti bertahun-tahun.

Dia pun mengharap ke depan tidak ada lagi 'investor calo' proyek jalan tol yang hanya giat berebut lelang investasi tetapi enggan melakukan pembangunan dan berharap konsesi jalan tol yang dimenangkannya dibeli investor lain.‎

"Jangan sampai orang berebut konsesi jalan tol. Setelah dapat dia 'tidur' karena dia nggak punya kemampuan, berharap ada investor lain yang beli konsesi itu‎. Jadi dia ambil keuntungan dari situ. Kedepan, jangan ada lagi yang seperti itu," ucapnya.

Adapun, jalan tol Pemalang-Batang dan Batang-Semarang yang merupakan bagian dari rangkaian Tol Trans-Jawa sudah sekian lama mandek. Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) kedua tol tersebut sudah diteken sejak Juli 2006, pembebasan hanya 5%.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol kementerian pu bpjt
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top