Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PII: Indonesia Krisis Insinyur

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menilai lambatnya pembangunan infrastruktur disebabkan masih minimnya tenaga kerja yang berkualitas di bidang tersebut
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 30 Oktober 2013  |  15:52 WIB
Ilustrasi - jibiphoto
Ilustrasi - jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA— Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menilai lambatnya pembangunan infrastruktur disebabkan masih minimnya tenaga kerja yang berkualitas di bidang tersebut.

Ketua Umum PII Bobby Gafur Umar menilai salah satu krisis yang dialami Indonesia adalah krisis insinyur.

"Padahal intensitas, bobot, kualitas, dan proses pembangunan di Indonesia menuntut keahlian, kemampuan, serta kompetensi di bidang teknik yang dikuasai oleh para insinyur," ujarnya saat melakukan kunjungan ke kantor Harian Bisnis Indonesia, Rabu (30/10/2013).

PII mencatat saat ini Indonesia hanya memiliki 750.000 insinyur dari berbagai bidang. Jumlah itu, lanjutnya, tidak sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia.

"Kalau dibandingkan, saat ini hanyak 164 orang insinyur per satu juta penduduk. Jadi harus ada upaya serius untuk mencetak jumlah insinyur yang lebih banyak," ungkapnya.

Dia juga membandingkan dengan negara lainnya, pertumbuhan jumlah infrastruktur masih sangat rendah.

Di Malaysia, tambahnya, insinyur bertambah hampir 400 orang per tahun. Di Vietnam, insinyur bertambah sekitar 300 per tahun. Bahkan di Korea Selatan jumlah insinyur bisa tumbuh 800 orang per tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jembatan tol bali persatuan insinyur indonesia jalan tol di atas laut
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top